Bernas.id – Guru adalah profesi yang mulia. Istilah pahlawan tanpa tanda jasa melekat erat bersama profesinya. Tidak mudah menjalankan profesi seorang guru. Apalagi sebagai guru di zaman sekarang. Kesalahan kecil bisa berdampak panjang.
Meja hijau bukanlah perkara baru. Berbeda dengan guru tempo dulu. Peserta didik mendapat pukulan bambu adalah hal yang biasa. Tidak ada yang berani mengadu karena mereka tahu akan kesalahannya. Seorang guru tidak akan bertindak di luar batasannya. Seorang guru tidak akan menghukum siswa yang tidak bersalah. Karena profesinya telah diatur, ada kode etik yang harus dijalankan.
Zaman telah berbeda. Metode pengajaran mulai berubah. Metode mendidik anak sudah berbeda. Sudah tidak zamannya guru membawa bambu sebagai alat hukuman. Hilangkan image guru galak. Guru killer. Peserta didik salah adalah hal yang wajar. Peserta didik juga manusia biasa yang tak luput dari salah. Begitupun seorang pendidik. Pendidik harus lebih bijak dalam memberikan hukuman. Hukuman yang diberikan haruslah mendidik.
Guru harus sabar. Memang. Pendidik harus bisa memainkan peran sabar dalam mengajar. Hal ini tidaklah mudah. Terkadang kondisi dan situasi kelas tidak mendukung. Mungkin saja ada masalah di luar yang belum selesai. Tetapi guru dituntut untuk profesional. Mengesampingkan masalah apapun apabila sudah di dalam kelas. Fokus menyampaikan ilmu kepada peserta didik. Apabila peserta didik tidak kunjung mengerti jangan lantas marah. Jangan mengatakan hal yang membuatnya down. Sampaikanlah ilmu dengan penuh kasih sayang. Jangan menuntut peserta didik untuk menjadi apa yang pendidik fikirkan. Peserta didik bukanlah robot pendidikan pendidik. Ia juga punya kemauannya sendiri.
Seorang pendidik harus pandai mengatur kelas. Bisa menguasai kelas sebagai wadahnya untuk berbagi ilmu. Mentransfer ilmu yang didapat dari proses pendidikannya. Jadikan suasana kelas yang menyenangkan. Tidak hanya menyenangkan bagi pendidik tetapi juga peserta didik. hindari ketegangan saat proses pembelajaran. Sesekali diselingi guyonan untuk mengurangi ketegangan peserta didik. Karena suasana kelas yang tegang menyulitkan peserta didik menerima informasi. Sehingga proses belajar mengajar tidak berjalan baik. ilmu yang diterima tidak maksimal.
Sudah menjadi tugas pendidik mengetahui karakter antar peserta didik. Pendidik harus bisa memahami dan menyikapi setiap karakter dengan bijak. Bermodalkan paham karakter antar peserta didik, dapat membantunya dalam menerima ilmu saat proses pembelajaran. Pendidik juga bisa melakukan pendekatan dengan peserta didik yang memang membutuhkan pendekatan khusus. Sehingga tujuan dari pendidikan dapat tercapai dan memudahkan pendidik untuk langkah selanjutnya. Jadilah teman untuk peserta didik.
