Bernas.id – Jazak Yus Afriansyah menceritakan bahwa pada usia 29 tahun, ia mendapatkan panggilan hidup yang sangat kuat untuk mulai berbagi inspirasi dan motivasi dengan mulai menulis artikel, buku, serta beberapa kesempatan seminar motivasi. ?Sebenarnya, panggilan hidup saya, ingin terus berbagi inspirasi dan motivasi untuk kemajuan seluruh umat manusia, mengembangkan modul dan model training yang berdampak positif serta menjadi jalan bagi pengembangan usaha atau bisnis,? ungkapnya ke Bernas.
Sejak tahun 2004, sehari-hari Jazak mengisi kegiatannya sebagai trainer, coach, author (penulis buku, artikel, konten online), dan sebagai enterpreneur, yaitu memimpin dan mengelola Perusahaan Manuver Corp, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang training, coaching dan consulting, juga beberapa team building atau outbond. Diceritakannya profesi sebelumnya selain sebagai trainer. ?Saya lahir dan besar sebagai seorang sales person dan marketer. Jadi, sebelum menjadi seorang trainer, saya seorang yang tumbuh berkembang di lapangan, bertemu dan berinteraksi langsung dengan pelanggan beserta semua tantangannya sehingga semua pengalaman tersebut memampukan saya menjadi seorang trainer yang bisa memberikan solusi aplikatif, bukan sekedar teori,? jelasnya.
Untuk suka duka selaku profesional trainer, secara umum, ia menyebut banyak hal yang sangat menyenangkan, seperti bisa bertemu banyak orang. ?Kita bisa mendapatkan banyak jaringan dan kita bisa mendapatkan banyak wawasan dari sharing yang diberikan oleh peserta training, dan lebih menyenangkan ketika kita tahu apa yang kita sampaikan memberikan manfaat dan disukai oleh peserta. Sedangkan tantangannya, tidak semua apa yang kita sampaikan kadang diterima dengan baik dan ini sebenarnya wajar saja. Untuk suka duka selaku coach, yang paling membahagiakan adalah ketika kita merasakan apa yang kita kembangkan kepada para coache memberikan dampak pertumbuhan karir dan bisnis yang luar biasa positif, sedangkan tantangannya adalah tidak semua coache sadar akan kebutuhan pengembangan dirinya, atau mereka tidak tahu akan potensi yang mereka miliki. Sebagai penulis, yang paling disukai adalah memiliki kebebasan untuk menuangkan semua ide-ide yang baik kepada seluruh pembaca dan ternyata pembaca menyukai dan merasakan manfaat itu, kemudian dengan menulis saya sangat bersyukur bisa berbagi Inspirasi dan Motivasi kepada sebanyak mungkin manusia,? urainya.
Diungkapkannya pengalaman yang paling mengesanka sebagai seorang Trainer. ?Yang paling berkesan, seluruh peserta merasakan perubahan yang luar biasa dari materi yang saya sampaikan, kemudian mereka berbagi kepada rekan dan sahabatnya. Sebagai seorang penulis, yang paling membahagiakan ketika buku yang telah terbit dan mendapatkan sambutan yang positif serta menjadi referensi bagi banyak praktisi. Sebagai seorang coach, ketika orang yang saya coach mampu tumbuh berkembang dengan pesat dan cepat serta mereka memiliki kemauan untuk berbagi,? jelasnya.
Untuk sosok orang yang berperan dan paling memengaruhi kehidupan dan karirnya sejauh ini, ia menyebut kedua orangtua, istri, dan anak-anak, serta beberapa rekan sahabat yang memiliki kepribadian yang sungguh tangguh menghadapi tantangan. ?Untuk sosok panutan atau teladan, saya menghormati Pak Tanadi Santoso karena beliau memberikan inspirasi yang sederhana dan berdampak serta aplikatif. Beliau sosok yang sederhana, bersahaja. Untuk kejadian yang mengantarkannya kepada titik balik kehidupan, sungguh saya pernah mengalaminya berkali-kali. Yang saya lakukan hanya satu, yaitu mengambil pelajaran atau pengalaman yang sangat berharga untuk kebaikan dikesempatan berikutnya,? tukasnya.
Ia pun menjelaskan motivasinya ketika menulis buku. ?Berbagi inspirasi dan motivasi, dan sebagai Amal Jariyah saya. Saya ingin meninggalkan warisan yang terus abadi, yaitu ilmu yang bermanfaat. Untuk waktu yang paling sering dipilih untuk menulis dan seberapa sering menulis setiap harinya (berapa jam), jam lima pagi atau jam delapan malam, rata-rata satu sampai dua jam per hari,? jelasnya.
Ketika ditanya terkait tren industri training di Tanah Air, ia menajwab saat ini industri training sangat berkembang cepat dan menjadi sangat terfragmentasi sehingga semua pemangku kepentingan memiliki banyak pilihan sesuai dengan kebutuhan mereka. Selanjutnya, industri juga harus mampu menjawab tantangan perubahan jaman yang senantiasa terjadi, termasuk bagaimana mengelola generasi milenial dengan bonus demografi yang akan melimpah. Karakter yang harus dimiliki oleh seorang trainer, rendah hati, sabar, gigih, ulet dan selalu haus akan ilmu dan selalu ketagihan untuk berbagi ilmu. Terpenting, dia harus terus mengamalkan semua ilmunya,? katanya.
Untuk arti kesuksesan, coach ini menjawab sukses adalah proses dan perjalanan untuk mencapai kemuliaan sebagai manusia paripurna yang berjalan tiada akhir selama hayat dikandung badan. ?Untuk arti kebahagiaan, bahagia adalah pilihan, bukan keadaan, dan bahagia kita minimalkan tergantung kepada benda atau keadaan. Artinya, bahagia lebih kepada sikap menerima daripada menuntut,? ucapnya.
Trainer ini meberikan pesan-pesannya bagi para generasi muda yang ingin membaca kisahnya ini. ?Mulailah menulis dari sekarang, dan terus menulis sambil terus belajar dan meningkatkan kemampuan menulis. Untuk generasi muda yang ingin menjadi trainer, kumpulkan semua kompetensi yang diperlukan sebagai seorang trainer mulai dari sekarang dan terus belajar. Bagi para generasi muda yang ingin menjadi Coach, siapkan mental dan selalu ingat practice makes perfect,? pungkasnya.
