Bernas.id ? Dari dulu, hingga zaman now, kata 'optimis' selalu didengungkan untuk memberikan semangat kepada siapapun yang mulai ragu akan keinginannya. Optimis, juga senantiasa digunakan oleh para motivator dalam bidang apapun, sebagai pelecut bagi jiwa-jiwa yang mencari kesuksesan. Ya, memang sejak dulu optimis adalah senjata pengobar semangat yang tak pernah mati, tidak pula tergeser zaman, selalu bisa diandalkan dan memang terbukti kebenarannya.
Ketika kita senantiasa memiliki jiwa optimis, tidak ada jeda di otak kita untuk memikirkan kemungkinan negatif dari tindakan kita. Jadi, karena sudah terprogram senantiasa optimis dan berhasil, maka kinerja kita juga mengikutinya. Alhasil, apa yang kita lakukan juga benar-benar berhasil. Berbeda jika kita berpikir serta bertindak pesimis, alam bawah sadar kita mengiyakan dan tindakan kita juga mengikutinya dengan negatif. Maka, karena tindakan yang negatif itulah, jadi hasil yang kita peroleh juga buruk.
Sebelum bertindak, ada orang-orang yang ragu akan hasil pekerjaannya, belum mulai apa-apa sudah mengira tidak akan berhasil, akhirnya orang tersebut justru tidak melakukan apapun. Padahal, jika satu saja jiwa optimisnya tumbuh, bisa jadi ia melakukan suatu pekerjaan dengan semaksimal mungkin, tidak menutup kemungkinan bahwa pekerjaan tersebut justru menjadi keberhasilan yang terbaik. Dan hal itu hanya dimulai dari satu pikiran, optimis.
Para pemilik jiwa yang optimis senantiasa tidak pernah melepaskan cita-citanya, entah itu besar maupun kecil, entah masuk akal atau tidak, ia senantiasa memelihara dan berusaha mewujudkan apa yang menjadi tujuannya. Bagi para pengejar cita-cita, selain doa, optimis merupakan kawan sejati yang tidak pernah meninggalkannya sekalipun sedang gagal. Karena optimis akan selalu meneriaki pemiliknya agar segera bangkit kembali.
Namun terlepas dari itu, optimis juga harus diimbangi dengan sikap siap gagal. Bagus sekali jika memandang semua usaha pasti berhasil, tapi kita tidak berjalan sendiri di dunia ini, Allah menghadirkan cobaan, tantangan, dan kegagalan dalam setiap perjalanan. Menatap masa depan yang selalu berhasil, bisa untuk mendorong jiwa kita agar melakukan tindakan-tindakan demi menuju keberhasilan. Tindakan yang dibarengi dengan kesiapan serta keikhlasan, jika saja rencana indah kita berbeda dengan rencana luar biasa dari Sang Pemilik Semesta.
Jadi, boleh saja kita selalu yakin akan keberhasilan kita, itu bukan mendahului takdir, tapi sebagai doa agar benar-benar berhasil. Tapi kita harus selalu ingat, bahwa Allah memiliki cara yang kadang tidak kita mengerti. Yang pasti di balik semua cara-Nya memperlakukan jalan kehidupan kita, selalu tersimpan hikmah dan maksud terbaik bagi kita semua.
Mari, senantiasa optimis dalam setiap langkah!
