Bernas.id ? Setiap orang pasti pernah marah, dengan berbagai macam alasan. Bagi orang-orang yang sedang marah, semua yang dilakukannya akan menjadi benar. Segala tindakan dan ucapan akan menjadi baik-baik saja baginya.
Banyak sebab munculnya kemarahan. Sebab-sebab yang terjadi disaat marah adalah karena adanya perasaan tidak senang, tersakiti, atau hal-hal dalam diri atau dari luar yang membuat dirinya kesal. Definisi marah menurut Al-Ihyaa? dalam karya al-Ghazali adalah perubahan didalam diri atau emosi yang dibawa oleh kekuatan dan rasa dendam demi menghilangkan gemuruh didalam dada.
Setiap kemarahan akan menimbulkan pertengkaran. Marah menjadikan kita sulit untuk mendengarkan yang baik dan benar. Marah ada dua macamnya, marah terpuji dan marah tercela. Segala bentuk amarah yang digunakan untuk membela agama Allah adalah baik dengan mengikuti syariat-Nya dan tidak melampaui batas. Namun berbeda dengan selainnya, karena akan menjadi marah yang tercela, seperti marah kepada manusia dan makhluk-Nya.
Rasulullah salallahu ?alaihi wa sallam bersabda, ?Orang yang kuat bukanlah dengan bergulat, namun orang yang kuat itu adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah? (HR. Bukhari). Jadi, disini kita tahu bahwa seorang yang hebat adalah yang mampu mengendalikan amarahnya, karena melontarkan amarah itu sangat mudah sedangkan menahannya butuh usaha ekstra.
Terdapat beberapa cara untuk dapat mengendalikan marah sesuai dengan Al-Qur?an dan sunnah, yaitu diantaranya adalah:
1. Membaca Ta?awudz, yaitu “a?udzubillahi minasyaitaan nirraajiim” yang artinya aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Segala sesuatu yang buruk datangnya dari setan. Dan marah membuat peluang setan untuk mengendalikan manusia, karena dengan marah manusia mudah berbuat hal-hal yang tidak baik. Oleh karena itu perlu pertolongan Allah untuk meredamnya. Rasulullah salallahu ?alaihi wa sallam bersabda, ?Apabila seseorang marah kemudian membaca A?udzubillah, maka marahnya akan reda? (HR. Silsilah As-Shahihah).
2. Diam dan Jaga Lisan. Hal yang sering dilakukan saat marah adalah berbicara tanpa berpikir. Berbicara sesukanya, dengan perkataan yang tidak baik yang berakibat pada dosa atau dapat menyinggung orang lain dan berakibat pertengkaran, dan hal buruk lainnya. Rasulullah salallahu ?alaihi wa sallam bersabda, ?Jika kalian marah, maka diamlah? (HR. Ahmad).
3. Mengambil Posisi yang Lebih Rendah. Disaat marah kecenderungannya adalah ingin selalu lebih tinggi, dengan posisi lebih tinggi dia dapat melampiaskan amarahnya. Rasulullah salallahu ?alaihi wa sallam bersabda, ?Apabila seseorang marah dan dia dalam posisi berdiri hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum juga hilang, hendaknya dia mengambil posisi tidur? (HR. Ahmad).
4. Saat Marah, Ingatlah Hadits ini untuk dapat menahannya. Rasulullah salallahu ?alaihi wa sallam bersabda, ?Siapa yang berusaha menahan amarahnya padahal dia mampu melakukannya, maka Allah akan memanggilnya dihadapan seluruh makhluk pada hari kiamat sampai Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang dia kehendaki? (HR. Abu Daud). Adapun hadis lainnya yaitu ?Siapa yang menahan emosinya maka Allah akan tutupi kekurangannya. Siapa yang menahan amarahnya, padahal jika dia mau dia mampu melampiaskannya maka Allah akan penuhi hatinya dengan keridhaan pada hari kiamat?. (HR. Ibnu Abi Dunya dalam Qadha).
5. Segera wudhu atau mandi. Marah itu asalnya dari setan dan setan itu terbuat dari api, jadi untuk memadamkannya dengan menggunakan air. Hadis dari Urwah As-Sa?di radhiyallahu?anha, ?Sesungguhnya marah itu berasal dari setan dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air?. Adapun hadis lainnya yaitu, ?Apabila kalian marah, hendaknya dia berwudhu? (HR. Ahmad).
Ingat kembali bahwa marah datangnya dari setan, dengan begitu setan mampu mengendalikan diri kita. Apakah kita mau diri kita dikendalikan oleh setan? Diri kita sendirilah yang harus mengendalikannya. Marah tidak ada kebaikannya dan sebaik-baik meluapkan amarah adalah yang mampu menahannya. Semoga bermanfaat.
