Bernas.id – Sebagian besar UMKM menyatakan bahwa modal merupakan faktor utama dalam rangka pengembangan usaha. Betulkah? Coba kita uraikan masalah ini satu persatu. Untuk mengembangkan usaha perlu diperhatikan beberapa faktor sebagai berikut:
1. Berpikir Kreatif
“Saat ini ada 3,79 juta pelaku bisnis UMKM yang telah memanfaatkan teknologi digital atau bisnis e-commerce,” kata Asisten Deputi Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Herustiati dalam keterangan tertulis, Rabu (8/11/2017). Berarti lebih dari 3,79 juta pelaku bisnis UMKM di Indonesia ini. Persaingan yang sangat ketat. Bila tidak berpikir kreatif dalam menciptakan peluang, tentu bisnis tidak akan berlangsung lama.
2. Pengorganisasian yang baik
Kata ?organisasi? ini mempunyai makna memanfaatkan sumber daya seperti sumber daya manusia, uang, peralatan atau mesin, persediaan bahan baku, metode kerja serta informasi secara efektif dan efisien.
Arti ?efektif? di sini bahwa UMKM berusaha agar sasaran yang ditetapkan tercapai. Sedangkan ?efisien? adalah mengkonsumsi sumber daya secara optimal.
3. Fokus
Bagi penggiat UMKM, kadang tidak sabaran dalam menjalankan usahanya. Setiap ada peluang, sebagian besar penggiat akan ambil kesempatana tersebut. Misalkan, usaha baru berjalan tiga bulan, dan ternyata usahanya memperoleh keuntungan yang besar. Penggiat tersebut segera memperbanyak cabang, dengan harapan akan memperoleh laba yang berlipat ganda.
Di sisi lain, penggiat tersebut belum mempersiapkan kaderisasi kepemimpinan untuk dijadikan kepala cabang. Akibatnya, tidak berapa lama bisnis bangkrut karena missmanagement.
Atau penggiat memegang beberapa banyak bisnis. Namun, penguasaan atas karakter masing- masing bisnisnya belum lengkap. Akibatnya, bukan untung yang diraih tetapi malah buntung yang didapat.
Dengan fokus, semua tenaga dan pikiran tertuju kepada pengembangan usaha UMKM. Sehingga semua peluang dan risiko, diharapkan sudah dapat diakomodasi dan dicarikan solusinya.
4. Fleksibilitas
Salah satu kelebihan UMKM dibandingkan perusahaan besar adalah mengenai lenturnya organisasi. Pengambilan keputusan pun lebih cepat ditetapkan. Otomatis, aksi pun akan lebih cepat dijalankan dibandingkan perusahaan besar. Kata lain di sini, perusahaan besar akan kalah cepat dibandingkan UMKM.
5. Modal
Modal memang dibutuhkan dalam pengembangan usaha. Namun tidak semata-mata diperoleh dari pinjaman bank.
Salah satu cara yang paling efektif, bagaimana dapat meyakinkan kepada pemilik dana yang berlebih untuk berinvestasi. Jadi, peran penggiat meyakinkan para calon investor untuk dapat menanamkan dananya kepada penggiat dengan pemahaman segala risikonya.
6. Konsisten
BIla dalam mengembangkan usaha tidak ada yang namanya ?konsisten?, maka usaha UMKM tidak akan berjalan lama. Sebagus apapun kreatif yang sudah dibuat, sebesar apapun modal yang tersedia, sebaik apapun faktor lain yang ada tanpa adanya konsisten maka bisnis ini hanya akan bertahan sebentar.
