Bernas.id – Punya keluarga yang lengkap merupakan anugerah yang harus kita syukuri. Setiap orang memiliki hak dan kewajibannya masing-masing. Ada hak antar sesama manusia dan manusia dengan Tuhan. Ada sebagian anak yang tidak memenuhi antara hak dan kewajibannya terhadap orang tua. Bila istilah ?durhaka? selalu identik dengan perilaku anak yang tidak menjalankan hak dan kewajibannya dengan baik terhadap orang tua, tidak bolehkan bila istilah durhaka diisbatkan kepada orang tua yang tidak memenuhi hak dan kewajibannya terhadap anak?
Ada anak yang kemudian durhaka kepada orang tua, berperilaku menyimpang dan lain sebagainya. Lantas, imbas dari sikap dan perilaku orang tuanya sendiri. Dalam kasus seperti ini, siapa yang patut disalahkan?
Ada beberapa sikap dan perilaku orang tua yang seringkali membuat perasaan anak benar-benar tersakiti. Mereka adalah orang tua egois yang hanya mementingkan perasaannya sendiri.
1. Orang tua yang tidak peduli dengan perasaan anak
Mereka hanya mementingkan perasaan mereka sendiri. Orang tua seperti ini sering memaksakan keinginannya dan menyingkirkan keinginan anaknya, apabila tidak dilaksanakan orang tua akan memarahinya. Orang tua yang hanya memperdulikan psikologis dirinya sendiri tanpa harus menghitung perasaan anaknya.
2. Melakukan kekerasan verbal
Ada juga orang tua yang apabila anaknya melakukan kesalahan, maka tak segan menyakiti perasaan anaknya dengan berkata kasar. Orang tua yang sering mencaci dan mengumpat terhadap anak. Bahkan, terkadang orang tua menyalahkan segala hal yang dilakukan anak tanpa pernah menjelaskan di mana letak kesalahan anak. Apa saja yang diiningikan dan dilakukan anak, selalu serba salah di mata orang tua. Selain sering melakukan kekerasan verbal dengan berbicara kasar, terkadang orang tua juga melakukan kekerasan fisik, jika anak melakukan tindakan yang tak sejalan dengan pemikiran orang tua.
3. Pemarah dan memusuhi anak
Sebagian orang tua juga bersikap memusuhi anak, seakan-akan mereka adalah Tuhan yang memiliki hak penuh atas hidup dan mati anaknya. Ketika anak berbuat sesuatu yang tidak baik menurut hati orang tua, maka anak akan dimusuhi. Apapun yang diungkapkan anak, akan disikapi dengan amarah dan permusuhan.
4. Menungkit-ungkit kebaikan dan jasa yang telah diberikan untuk anak
Ada pula orang tua yang ketika marah terus mengungkit-ungkit kebaikan dan jasa mereka kepada anaknya, karena itu anak dipaksa untuk tunduk dan patuh terhadap semua aturan orang tua. Saat anak mengeluarkan pendapat, orang tua seperti ini menganggap itu adalah sebuah penentangan. Padahal anak melakukan sesuatu bukan tanpa alasan, bisa jadi mereka hanya ingin mengungkapkan isi hati mereka agar orang tua lebih bisa bersikap baik kepadanya.
Kita semua berharap, semoga jangan sampai ada orang tua yang durhaka kepada anak. Naudzubillah.
