Bernas.id – Sendek Prawinko menceritakan tentang perjalanan karirnya yang hampir 99% bekerja di grup internasional seperti sekarang ini dengan Melia Hotels International. Titik awalnya mulai menekuni pekerjaan di dunia perhotelan dimulai ketika ia memilih masuk kuliah di BPLP/Sekolah Tinggi Pariwisata di Bali di bawah naungan Departement Pariwisata, padahal saat itu, sebenarnya ia juga telah diterima di Universitas Jendral Sudriman Purwokerto. Dengan memilih kuliah di Pariwisata dan Perhotelan, ia rela menanggalkan cita cita saya sebagai Jendral TNI AL.
Diceritakannya, untuk pengalaman unik di pekerjaan, ia menyebut tentang pengalaman istimewanya dengan atasan saat meeting. ?Sekarang ini, dengan bekerja di perusahaan Spanyol di mana dari sekitar 9 hotel yang sudah beroperasi di Indonesia, baru ada 2 orang GM asli dari Indonesia. Baru di mulai tahun 2017 ini mereka menggunakan GM lokal. Jadi, kadang di saat meeting bersama, atasan saya suka lupa memakai bahasa Spanyol dan saya hanya bengong. Di saat atasan saya sadar, mereka biasanya minta maaf, lalu menggunakan bahasa Inggris. Mungkin saya harus segera kursus bahasa Spanyol,? ungkapnya ke Bernas, Rabu (8/11).
Ketertarikan bekerja di luar negeri menjadi alasan untuk terus menekuni bekerja di bidang perhotelan sampai sekarang ini. Saat itu, ia sering mendengar lulusan BPLP/STP Bali banyak berkesempatan bekerja di luar negeri. ?Saya ingin melihat banyak negara. Sepertinya saya tercapai keinginanya, saya sudah melihat 4 Benua, 28 negara, 127 kota di dunia. Dan akhirnya menjadi pilihan pekerjaan tetap saya,? imbuhnya.
Untuk permasalahan yang paling sering dihadapi dalam pekerjaan, ia menyebut tentang tumbuh pesatnya hotel akhir-akhir. ?Tantangan yang dihadapi di melenia ini: persaingan hotel yang semakin banyak, dan perubahan teknologi dalam perhotelan yang kian cepat berubah. Menyikapinya, dengan banyaknya persaingan hotel, kita harus rajin meningkatkan kualitas produk dan pelayanan kepada tamu oleh semua staff hotel (dengan pelatihan terus-menerus kepada staff, seperti kita mengasah pisau agar selalu tajam). Karena karyawan adalah ujung tombak sebuah perusahaan. Image kita berada langsung di staff yang melayani tamu kita. Jadi staff hotel harus memiliki: 1)Attidue/tingkah laku yang baik, 2) Knowledge/pengetahuan yang luar biasa, 3)Skill/keahlian yang mumpuni. Karyawan harus ditumbuhkan semangat berinovasi dan berkarya dengan tujuan memberikan pengalaman yang menarik dan luar biasa kepada para pelanggan, bisa dengan selalu melakukan pembenahan standard mengikuti trend market yang ada, misal menyediakan produk yang instagramable, juga karena kebutuhan beragam dari klien hotel dan selalu menginginkan hal hal yang baru untuk dinikmati di hotel kita, inovasi jadi sangat utama. Harus mengikuti teknologi baru dalam setiap marketing kita seperti digital marketing dan juga rajin memperluas wawasan kita untuk memenuhi kebutuhan para klien di jaman generasi milenia yang memang menggemari perkembangan tekhnologi dan suka ber media sosial,? bebernya.
Untuk tantangan pekerjaan ke depan, lulusan terbaik Holland America SS 39 dan Asian Certified Trainer di Accor ini mengungkapkan tentang harapan bersatunya hotel-hotel di Yogyakarta untuk tujuan MICE dan Leisure.
?Tantangan ke depan, ingin hotel hotel di Yogya bersatu dalam meningkatkan Yogya sebagai tujuan MICE dan Leisure. Menyikapinya, dengan menyarankan membuat pencanangan tahun 2018 menjadi Yogya Kota MICE & Wisata Dunia,? jelasnya.
Best Trainer 2000 di Hard Rock Hotel Bali ini pun meyakini bidang pekerjaan yang digeluti saat ini penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat. Baginya, suatu bangsa tidak bisa bergantung terus kepada hanya sumber daya alam, tapi bisa menggunakan pariwisata sebagai pendapatan yang besar bagi negara untuk kesejahteraan rakyat bersama. Banyak contoh negara yang suskses mengandalkan wisata sebagai andalan pendapatan negara. Untuk habit khusus yang dibangun selama ini, ia memiliki kebiasaan untuk selalu bersyukur kepada setiap pencapaian karena Tuhan akan memberikan lebih kepada setiap rasa syukur kita atas apa yang diberikan olehNya.
?Bekerja sebagai ibadah membuat perasaan kita kuat, dan selalu tenang tidak mudah mengeluh, selalu berusaha keras dan berdoa agar Tuhan memberikan yang paling baik untuk hasil kerja kita. Untuk mengembalikan mood agar kembali bersemangat bekerja, beribadah, berkumpul dengan keluarga, orang tua, saudara, teman. Juga selalu berpikiran positif,? tambahnya.
Hotelier ini pun membagikan inspirasi dan sarannya kepada orang lain yang membaca kisahnya ini. ?Kita harus mempersiapkan diri kita dengan segala upaya untuk sebuah pencapaian yang kita targetkan, tapi jangan lupa selalu bersyukur kepada Tuhan, dan juga selalu ingat bahwa banyak orang berjasa yang membuat kita jadi berhasil karena kita tidak hidup sendiri dalam setiap usaha kita. Untuk saran, kesuksesan adalah persiapan bertemu dengan kesempatan. Jadi selalu bersiap diri dengan ilmu dan keahlian kita tingkatkan, juga perilaku kita harus baik. Di saat ada kesempatan, kita bisa mendapatkanya karena kita sudah siap diri,? tukasnya.
Untuk sosok yang berperan dalam perjalanan karirnya saat ini, penyuka hobi mendengarkan musik ini menyebut peran para staf, rekan sejawat, para owner, executives di management, semua tamu dan klien. Tentunya, Tuhan Yang Maha Esa yang selalu memberikan jalan yang baik buat semua usaha dan hasil pekerjaannya. Baginya, mereka semua menempanya dalam setiap karirnya, di mana pun ia berada, baik yang berbentuk support atas rencana kerjanya ataupun yang memberi masukan untuk kebaikan bersama. Saya di posisi ini karena peran mereka. Lingkungan pun diakuinya memengaruhinya hingga menjadi seperti sekarang ini.
?Semua mendukung dengan baik dari keluarga yang penuh pengertian walau kita sering berjauhan. Juga dari perusahaan owner, rekan-rekan serta staff yang banyak sekali yang baik dan supportif kepada saya. Untuk pencapaian yang paling membanggakan, tentunya saat semua target tercapai, misal saat terpilih di Accor Management Trainee suatu program mempersiapkan manajer ke jenjang yang tinggi, tapi juga di saat target perusahaan tercapai serta bagaimana kita berusaha sekeras dan semaksimal mungkin dalam mencapai sesuatu dengan kebaikan, itu mebuat kepuasan dan kebahagiaan tersendiri,? katanya.
Pengagum sosok Yos Sudarso ini pun memiliki motto tersendiri untuk mengisi rutinitas pekerjaannya sehari-hari kepada pembaca, yaitu Sukses Bukan Hasil Akhir tapi Proses terus menerus. Baginya, sukses adalah apa yang kita sekarang lakukan dengan semaksimal mungkin dalam mencapai hasil. Untuk itu, selalulah giat di setiap saat dalam berusaha dan bekerja. Roda hidup terus berjalan, jadi tidak ada batasan akhir sukses. Selalu berikhtiar dan berdoa. Ia pun membocorkan rencana di 2018 dan impian ke depan.
?Untuk project dalam waktu dekat, membuat Innside Yogyakarta lebih baik di 2018. Untuk impian terbesar ke depannya, memiliki usaha wiraswasta menjelang pensiun,? pungkasnya.
