Bernas.id – Menikah adalah suatu prosesi sakral dengan dipersatukannya laki-laki dan wanita karena izin-Nya. Ikatan tersebut tidak hanya sekedar mengikat perjanjian antar keduanya, namun keduanya juga mengikat janji kepada Allah. Tidak ada yang tahu kelak akan dibersamakan dengan siapa, apakah dengan seseorang yang sudah lama Anda kenal ataukah dengan seseorang yang belum lama Anda kenal, semua itu rahasia-Nya.
Mungkin sebagian orang sempat berpiki,r bahwa dengan semakin lamanya mengenal seseorang, sudah tahu bagaimana baik-buruknya seseorang, dan yang pasti sudah memiliki hubungan yang sangat dekat dengan seseorang tersebut, sehingga merasa sudah cocok atau sudah sepemahaman. Lalu, apa yang ada di pikiran Anda dengan seseorang tersebut? Pasti sebagian besar dari Anda berpikir bahwa kelak akan menikah dengan dia, bukan? Iya, mungkin hal tersebut bisa saja terjadi, namun bisa saja tidak karena tidak ada yang tahu bagaimana takdir seseorang.
Qs. Al-Baqarah : 216 bahwa, “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah yang paling mnegetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.”
Terkait dengan pernikahan, apakah Anda termasuk dalam kategori yang terburu-buru menikah atau menyegerakan menikah? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, perlu Anda pahami terlebih dahulu perbedaan dari kedua pilihan pertanyaan tersebut.
Terburu-buru Menikah.
Terburu-buru menikah adalah dilakukannya pernikahan karena beberapa faktor, antara lain karena teman pada nikah, karena umur, atau bahkan karena orang tua, namun hal tersebut dilakukan tanpa persiapan yang matang. Persiapan yang matang tidak harus berfokus pada umur, karena umur yang masih muda pun terkadang sudah memiliki persiapan yang matang. Persiapan tersebut yaitu dengan adanya kesiapan mental, pemahaman agama yang cukup, kesiapan ekonomi, dan kesiapan akan ilmu terkait pernikahan. Keempat hal tersebut sangat diperlukan sebelum Anda memutuskan untuk menikah. Namun, yang paling utama adalah kesiapan akan pemahaman agama, mengapa? Karena jika pasangan Anda paham agama, maka ia akan takut untuk melakukan segala larangan-Nya serta ia akan memperlakukan Anda dengan baik.
Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 586 bahwa,“Sesungguhnya dalam dirimu terdapat dua sifat yang dicintai Allah, yaitu sabar dan tidak tergesa-gesa.”
Menyegerakan Menikah.
Lain halnya dengan menyegerakan menikah, menyegerakan menikah dilakukan karena sudah memiliki persiapan yang matang sehingga ia menyegerakan untuk menikah dan tahu tujuan menikah yang sebenarnya yaitu untuk menyempurnahkan separuh agama dan dilakukan karena-Nya.
Berdasarkan penjelasan tersebut, apakah Anda termasuk menyegerakan ataukah terburu-buru untuk menikah? Apapun pilihan Anda, semoga pernikahan Anda bahagia dunia dan akhirat.