Bernas.id ? Niat baik tidak selamanya bakal ditanggapi dengan baik pula. Hal itulah yang belum lama ini terjadi di Sevilla, Spanyol selatan. Kelompok biarawati lokal Santa Ines dipaksa membayar denda oleh pemerintah daerah Spanyol karena memperbaiki alat musik organ yang ada di gereja mereka sendiri. Lho?
Semuanya bermula ketika sejumlah biarawati Santa Ines merasa prihatin dengan organ di gereja mereka yang sudah tidak berfungsi selama 30 tahun terakhir. Organ itu sendiri memang diketahui sudah berusia sangat tua karena pertama kali dibuat pada abad ke-17 oleh Perez Valladolid.
Biaya yang dibutuhkan untuk memperbaiki organ tersebut diketahui mencapai lebih dari 150 ribu euro (2,3 milyar rupiah). Karena Santa Ines tidak memiliki uang sebanyak itu dan hanya memiliki pemasukan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, mereka pun mencoba mencari bantuan dana ke mana-mana.
Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Yayasan lokal Alqvimia Musicae menyatakan kesediaannya untuk menanggung seluruh biaya perbaikan organ tersebut. Perbaikan alat musik tua itu pun dilaksanakan. Rencananya organ tersebut sudah bisa digunakan kembali pada Hari Natal mendatang.
Namun Kementerian Budaya wilayah Andalusia ternyata memiliki pandangan berbeda. Mereka malah menjatuhkan denda sebesar 170 ribu euro kepada Santa Ines. Menurut pihak Kementerian, organ yang diperbaiki tersebut adalah barang dengan nilai sejarah yang signifikan sehingga tidak sepantasnya diutak-atik tanpa seizin pemda.
Pihak Kementerian sendiri sadar kalau Santa Ines tidak bermaksud merusak organ tersebut. Mereka pun menyatakan kalau pihaknya bersedia memotong denda hingga 102 ribu euro jika pihak Santa Ines tidak membangkang dan bersedia membayar dendanya di luar jalur pengadilan.
Alqvimia di lain pihak kembali menunjukkan kemurahan hatinya dengan menyatakan kalau denda tersebut bakal ditanggung sepenuhnya oleh mereka. ?Kami tetap tenang karena kami percaya tidak ada kesalahan yang kami lakukan,? kata anggota Santa Ines Abbess Blanca Cervantes seperti yang dikutip oleh BBC.
