Bernas.id – Belakangan ini, warganet di hebohkan oleh berita tentang kasus Setyo Novanto yang diduga melakukan korupsi atas dana pembuatan E-KTP. Ketidakhadirannya dalam memenuhi panggilan dari KPK untuk ditindaklanjuti, membuat publik geram dan berpikir bahwa ia hanya mengulur-ngulur waktu dengan berbagai macam alasan yang dilontarkan. Maraknya korupsi yang terjadi, seakan menjadi perbincangan yang tiada habisnya di negeri tercinta kita Indonesia.
Terlepas dari semua itu, tentu kita sebagai rakyat bertanya-tanya, mengapa masih ada saja para pejabat Negara yang melakukan korupsi? Padahal, dari segi gaji dan pekerjaan mereka, jauh lebih enak dibandingkan para buruh yang harus bekerja di tengah terik matahari dengan gaji yang tak seberapa. Mengapa orang yang sudah kaya itu masih saja melakukan hal-hal bodoh? Padahal bagi mereka yang memiliki jabatan dan duduk di bangku pemerintahan, pasti memiliki pendidikan yang tinggi dan pastinya juga tidak bodoh.
Kita pasti kesal, jengkel dan marah akan apa yang terjadi pada Negara kita. Daripada sakit hati sendiri lebih baik kita lakukan 3 hal bijak ini:
1. Lihatlah dari sudut pandang yang berbeda dan jangan terpancing emosi.
Kita pasti bertanya-tanya tentang apa yang membuat mereka memilih untuk korupsi dan mengambil hak orang lain yang bukan miliknya? Apalagi sih yang mereka cari? Apakah gaji mereka itu kurang? Apakah gaji seorang pemulung lebih banyak dari mereka? Tapi kita juga tidak bisa menghakimi mereka begitu saja dan menganggap mereka lebih hina dan buruk, walaupun pada kenyataannya seperti itu. Bisa saja kita juga akan melakukan hal yang sama bila kita berada di posisi mereka.
Meskipun begitu, kita juga tidak boleh membenarkan apa yang telah mereka lakukan. Orang yang melakukan korupsi tetap saja salah, karena telah melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan. Kita boleh marah akan hal ini, kita juga boleh jengkel kesal dan kecewa. Mereka yang berbuat salah memang layak dikucilkan dari masyarakat sebagai hukuman agar jera.
2. Doakan mereka yang berbuat salah.
Orang yang telah berbuat salah bukan berarti mereka tidak memiliki kesempatan untuk berubah. Maka dari itu, marilah kita berdoa semoga kesalahan-kesalahan yang telah terjadi tidak terjadi lagi. Doakanlah para pejabat-pejabat yang saat ini sedang menjabat agar tidak terjerumus kepada hal yang salah. Jadikanlah sebagai pelajaran untuk kita akan kesadaran, bahwa uang tidak akan mampu membayar surga di akhirat nanti. Korupsi hanya akan membawa kebahagian sesaat dan penyesalan di kemudian hari. Sesungguhnya hidup jujur dan sederhana jauh lebih baik, daripada esok berakhir di jeruji besi.
3. Merasa Cukup dan bersyukur
Sebagai pengingat untuk diri sendiri dan siapa pun yang membaca ini, ingatlah selalu hadis Nabi yang berbunyi
?Inzuru ila man huwa aspala mingkum wala tanzuru ila man huwa faw kakum?
yang artinya ?lihatlah orang-orang yang di bawahmu dan janganlah kau melihat orang di atasmu, maka kamu akan tetap bersyukur?. Dengan selalu merasa cukup, kita akan menjadi pribadi yang mudah bersyukur, sehingga dijauhi dari merasa kekurangan dan dijauhi dari niat untuk menggambil hak orang lain yang bukan milik kita.
Semoga tidak ada lagi korupsi yang terjadi di negeri kita ini. Marilah kita doakan bersama-sama agar ke depannya negeri kita terbebas dari yang namanya korupsi.
