Bernas.id – ?Menjadi guru adalah passion saya.? begitulah tutur Dr. Yoseph Yapi Taum, M.Hum. saat ditanya mengapa ingin menjadi dosen. Sudah 27 tahun lamanya Dr. Yoseph Yapi Taum, M. Hum. berada di dalam dunia pendidikan. Seorang Bapak yang sering disapa Pak Yapi ini lahir di Ataili, Lembata (NTT) pada 16 Desember 1964 ini merupakan dosen Program Studi Sastra Indonesia Universitas Sanata Dharma (USD).
Sudah banyak prestasi yang Pak Yapi raih selama beliau ada di dalam dunia pendidikan, di antaranya adalah mendapatkan Peringkat II Dosen Berprestasi dalam Bidang Sosial dan Humaniora Tingkat Kopertis Wilayah V Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2017, karya Dr. Yoseph Yapi Taum, M.Hum. yang berjudul ?Sastra dan Politik? masuk ke dalam nominasi kategori buku kritik/esai sastra terbaik oleh Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2016, dan lain-lain. Prestasi terbaru yang baru saja beliau raih adalah menjadi Juara I Pemilihan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Berprestasi Tingkat Nasional dalam Kategori Dosen Sosial dan Humaniora yang diseleksi oleh Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti).
Selain berpredikat sebagai dosen terbaik, Pak Yapi juga sering mendapat penghargaan atas karya-karyanya yang berupa buku dan jurnal penelitian. Beberapa penelitian yang sangat berarti dalam perjalanan Pak Yapi adalah penelitiannya mengenai tanah Papua dan kejadian ?98 yang erat kaitannya dengan kehidupan sosial dan humaniora. Bahkan dalam passion lain beliau yang menjadi seorang peneliti, Pak Yapi sudah menjajaki tanah Kamboja, Australia, dan Amerika untuk kepentingan penelitiannya.
?Di dalam diri saya, mengalir darah guru, karena bapak saya adalah seorang guru. Menjadi seorang guru adalah sebuah panggilan bagi saya.? ungkap Pak Yapi. Kebahagian beliau selain menjadi seorang guru adalah dapat mengajar mahasiswa dan melihat mahasiswa yang ia ajar sukses, nilai yang mereka dapat bagus, dan gelar yang mereka dapat lebih tinggi. ?Jika mereka lebih sukses daripada saya, saya sangat bangga. Tidak ada rasa iri hati atau merasa kalah. Karena apa? Saya mempunyai darah guru!? tegas Pak Yapi.
Di akhir wawancara, Dr. Yoseph Yapi Taum, M.Hum. berpesan agar sedari dini kita harus mempunyai pikiran dan mimpi yang besar. Inspirasi yang selama ini beliau dapat adalah dari orang-orang hebat yang seringkali beliau temui. ?Berpikirlah yang besar, yang luas, karena dari pikiran yang besar akan mendorong kalian untuk melakukan hal-hal yang besar pula.Dunia ini terlalu luas untuk mempunyai mimpi kecil; mimpi terlalu sia-sia untuk tidak diwujudkan dengan hal besar,” pungkasnya (sumber: usd.ac.id)
