Bernas.id – Saat Anda memulai suatu usaha, tentu Anda ingin memiliki seseorang yang dapat membantunya secara maksimal untuk mengembangkan usaha. Entah membantu endorse¸memasarkan, mengenalkan Anda pada jejaring yang ia miliki atau sekadar menjadi konsultan bisnis dan keuangan bagi usaha Anda. Beruntung jika Anda memiliki seseorang yang selalu siap sedia membantu kapan pun saat dibutuhkan bahkan saat Anda tidak meminta bantuannya sama sekali, ia tetap ada untuk mendukung.
Produksi yang meningkat, pemasaran dan jejaring yang semakin luas, pertemuan bisnis yang menyita waktu, membuat Anda semakin sibuk dan tak memiliki waktu untuk menghubunginya walaupun hanya untuk bertanya kabar atau sekadar bertemu untuk berbincang. Semakin berkembang usaha yang Anda bangun, semakin sibuk dan banyak pekerjaan yang harus Anda selesaikan. Hal tersebut terdengar biasa saja, namun bukankah Anda mejadi seperti orang yang melupakan jasa orang lain yang sangat baik kepada Anda? Namun, Anda pun meninggalkan seseorang yang mungkin merasa Anda abaikan. Usaha yang Anda bangun, mungkin tidak akan sebesar sekarang tanpa bantuannya.
Bayangkan jika hal ini terjadi pada Anda, bagaimana perasaan Anda dan langkah apa yang Anda ambil untuk mensiasati kejadian-kejadian ini?
Dalam etika berbisnis, menjalin hubungan baik dengan kolega terutama yang sudah lama Anda kenal, bahkan mungkin merupakan mentor atau coach adalah hal yang penting untuk selalu dilakukan. Terlepas dari kesibukan yang terus membelit Anda hari demi hari. Satu hal yang perlu Anda ingat adalah, jejaring yang Anda dapatkan buka semata-mata hasil Anda berkenalan. Bagaimana jika mereka berbisnis dengan Anda karena direferensikan oleh mentor Anda dan bukan karena mereka mengenal Anda dengan baik, atau bahkan bukan karena komoditi yang Anda pasarkan?
Mengutamakan perkembangan bisnis hingga melupakan etika berhubungan dengan mentor Anda perlahan akan membuat bisnis Anda stuck. Jika hal tersebut terus dijalankan, maka akan menjadi kebiasaan yang membuat Anda menjadi orang seperti dalam peribahasa ?kacang lupa kulitnya? yaitu lupa pada kebaikan orang yang tekah menolong Anda. Mungkin Anda tidak berniat demikian, namun imej tersebut mungkin akan melekat.
Jika sudah terlanjur terjadi, maka cobalah untuk memperbaiki hubungan yang telah terjalin. Kontak lagi mentor atau coach anda. Ucapkan terima kasih pada apa yang telah ia lakukan, dan teruslah jalin hubungan yang semakin baik dari hari keharinya. Dengan melakukan hal tersebut, relasi Anda akan terus bertambah dan usaha Anda pun akan semakin berkembang.
