Bernas.id – Bila dilihat dari sejarah dan perkembangan zaman, maka saat ini ada lima generasi yang menyemarakkan dunia. Mereka adalah generasi Builders, Baby Boomers, Generasi X, Generasi Millenial dan Generasi Digital. Dari kelima generasi itu, yang teristimewa adalah Generasi X yang juga merupakan Generasi Sandwich.
Baca juga: Apa Itu Jurusan Sistem Informasi? Inilah Mata Kuliah dan Prospek Kerjanya
Pertama kali istilah Generasi Sandwich dikenalkan oleh pekerja sosial Dorothy Miller dan Ellaine Brody di tahun 1981. Pada tahun tersebut, istilah Generasi Sandwich ditujukan kepada para wanita berusia 30 hingga 40-an, yang mengasuh anak sekaligus juga bekerja. Mereka harus memenuhi kebutuhan dari suami, orang tua, bos di kantor, teman-teman, dan lain-lain. Bagaimana Generasi X bisa disebut Generasi Sandwich?
Berkaitan erat dengan perkembangan teknologi, Generasi X, yang saat ini usia 40 – 60 tahun, lahir di zaman pembangunan saat awal inovasi teknologi komunikasi radio, televisi, hingga komputer dan internet. Generasi X pernah mendengarkan musik dari gramofon, pita kaset, hingga CD dan sekarang musik digital dari pemutar seperti Spotify dan iTunes. Generasi X menonton film dari awalnya gulungan pita film, kaset video beta, lalu ke laser disc, compact disc, Blue Ray, hingga bentuk file torrent. Generasi X mengalami masa berkirim surat, telegram, lalu telepon, pager, hingga zaman awal telepon genggam dengan 16 tombol dan sekarang gawai pintar layar sentuh. Sehingga, Generasi X seakan tergencet dipaksa untuk belajar dan beradaptasi dengan berbagai teknologi.
Baca juga: 5 Universitas Jurusan Sistem Informasi Terbaik di Indonesia
Selain itu, Generasi X juga tergencet oleh generasi orang tuanya yang memberi pendidikan dengan doktrinasi dan sentralisasi. Generasi X dikondisikan untuk hanya sekolah, kuliah, dan akhirnya menjadi pegawai, dengan pilihan karir yang sudah terpola selama bertahun-tahun. Sementara, Generasi X digencet juga oleh Generasi Millenial dan Generasi Digital yang sangat berbeda pola pikir, perilaku dan aspirasinya. Generasi X sering tak mengerti mengapa Generasi Millenial dan Digital ini tak mau menulis atau mengerjakan PR.
Seperti halnya sandwich, justru yang di tengah itulah sebenarnya bagian yang paling enak. Oleh sebab itu, Generasi X jangan berputus asa dulu. Generasi X sebenarnya memiliki nilai-nilai karakter pekerja keras, serta sifat kearifan hidup yang harus diwariskan kepada Generasi Millenial dan Digital. Namun, supaya Generasi X bisa bertahan di abad 21, harus mau terus belajar memakai dan menikmati teknologi. Walaupun terlihat gagap teknologi, karena karakter pekerja kerasnya, biasanya Generasi X cepat mengejar ketinggalannya dan bisa beradaptasi.
Baca juga: 14 Universitas Jurusan Teknik Informatika Terbaik di Indonesia
