Bernas.id – Kita membutuhkan semua pihak untuk terlibat di dalam pembangunan desa. Termasuk balita dan para manula. Yakinkan bahwa masing-masing pribadi memiliki bakat warna yang bisa ditorehkan guna pengabdiannya kepada desa kelahirannya, tanah airnya, tempat hidupnya dan mencari rizki serta kedamaian di dalamnya.
Pink! Berikan warnamu pada desamu! Jika engkau lulusan Sarjana Pertanian, turunlah ke sawah dan ladang! Aplikasikan ilmu-ilmu pertanian yang kamu miliki guna meningkatkan kualitas tanah, lahan dan sawah di desamu! Tingkatkan pula kuantitas maupun kualitas hasil panennya! Ajari petani-petani alamiah yang tidak dapat kuliah untuk bercocok tanam lebih baik berdasarkan ilmu yang telah kalian pelajari!
Pink! Berikan warnamu pada desamu! Jika engkau lulusan SLTP atau SLTA sederajat dan tidak bisa melanjutkan ke jenjang lebih tinggi, janganlah berhenti di pinggir jalan atau di perempatan jalan, dengan nongkrong sambil ngobrol tak tentu arah. Bantulah bapak dan ibumu membuat kue, merajut kain, menganyam rotan, menanam palawija, menggoreng emping, membuat layang-layang indah atau membuat jalan-jalan desamu jadi lebih baik. Intinya, berkiprahlah sesuai kemampuan masing-masing menggali potensi desa agar lebih sejahtera. Jangan tinggalkan desamu hanya karena ingin duit banyak untuk membangun rumah tinggal pribadi.
Pink! Berikan warnamu pada desamu! Jika engkau adalah perantau atau pekerja TKI, pulanglah! Desamu merindukanmu. Desamu ingin engkau memberi warna dengan pengalaman dan keilmuan yang telah kaumiliki. ?Bali, mbangun deso!? Pulanglah, membangun desamu! Hujan emas di negeri orang, masih lebih baik menggali emas di negeri sendiri.
Setiap diri adalah karunia. Setiap pribadi adalah potensi. Allah telah memberikan kemampuan dan bakat di dalam diri kita masing-masing. Berinteraksi dengan masyarakat luas adalah sebuah kegiatan saling melengkapi ?puzzle-puzzle? kehidupan bermasyarakat. Ibarat sebuah mobil akan berjalan dengan kolaborasi apik antara body yang baik, rangkaian kabel, sistem pengapian yang baik, ada bahan bakar, mesin mobil dapat dihidupkan, roda yang layak, kemudi yang bijak dan mobilisasi yang baik.
Ini negerimu, negeriku, negeri kita, Indonesia. Jika kita sudah dipertemukan dalam sebuah forum desa, berkiprahlah sesuai bagian ?puzzle? yang kita tempati. Lalu, Punk! Buatlah terobosan-terobosan baru yang selama ini belum pernah terpikirkan oleh orang lain! Kita akan satukan ide-ide, dimasak dalam kuali yang baik sehingga muncul program-program peningkatan dan pengembangan sumber-sumber daya dan potensi desa.
Telusuri potensi alamiah desa kita, gali dan kembangkan proyek-proyek yang mungkin bisa mendatangkan rupiah. Amati gerakan kreativitas maupun inovasi yang dilakukan oleh desa-desa lain! Amati, tiru, dan Punk! (Modifikasi!). Ciptakan sesuatu yang unik, bentuk tim produksi, tim promosi, tim penjualan. Lakukan evaluasi dan diskusi dengan para tokoh masyarakat setempat.
Ping! Pink! Punk! Semua itu bisa dilakukan jika kita bisa duduk bersama dengan manis, membahas perencanaan, pengorganisasian, pengaktualisasian, dan pengontrolan atas sebuah ide yang kemudian dimasak bersama dan disebut inovatif, kreatif, dan efektif. Tentu akan tersusun struktur organisasi yang apik. The right man, on the right place, in the right time. Orang yang tepat, di tempat yang tepat, dalam waktu yang tepat.
Salam dari desa!
