Bernas.id – Kemampuan anak dalam menanggapi dan mengambil sebuah keputusan secara patut dan efisien merupakan bagian penting dari sebuah tanggung jawab. Anak yang bertanggungjawab artinya seorang anak adakalanya harus mampu menetapkan pilihan yang terbaik dalam batasan norma sosial tertentu ataupun harapan umum untuk meningkatkan hubungan sosial antar sesama. Sikap bertanggung jawab yang nampak bukanlah sikap warisan yang dibawa sejak lahir. Sikap tanggung jawab dapat dipelajari dari pengalaman melalui interaksi sehari-hari dengan guru, orang tua dan teman-teman sebaya.
Harris Clemes dan Reynold Bean dalam bukunya menjelaskan tentang point penting untuk mengajarkan tanggung jawab pada anak. Mari kita tengok satu per satu :
Mengembangkan Rasa Mampu
Memilik rasa mampu berarti memiliki sumber daya, kesempatan dan kemampuan untuk mempengaruhi keadaan hidupnya sendiri. Seorang anak harus diberikan kesempatan untuk membuat pilihan dan keputusan, untuk mempraktikkan kecakapannya, dan mengerjakan tugas sesuai dengan kemampuannya.
Peran orang tua di sini adalah menyediakan sumber daya yang diperlukan, sehingga anak dapat mengembangkan keterampilan, pengetahuan dan nilai-nilai yang mereka perlukan untuk menjadi pribadi yang berkembang. Anak akan mampu memberikan hasil kerja yang lebih baik jika mereka benar-benar memahami apa yang diingingkan orang tua dan apa sebabnya.
Faktor yang diperlukan anak dalam mengembangkan rasa mampu adalah sumber daya, kesempatan dan kemampuan. Anak yang bertanggungjawab akan meningkatkan rasa mampunya.
Membantu Anak Membuat Keputusan
Suatu cara bagi anak untuk menyatakan rasa mampu adalah dengan membuat keputusan dan melaksanakannya. Prinsip di bawah ini dapat meningkatkan kemampuan anak dalam mengambil keputusan :
- Membantu anak menjelaskan masalah yang membutuhkan suatu keputusan.
- Membantu anak mencari penyelesaian alternatif.
- Membantu anak memiilik satu dari beberapa alternatif, dengan menilai konsekuensi yang mungkin timbul.
- Membantu anak menilai efektivitas keputusannya melalui diskusi dan umpan balik.
Menetapkan Aturan dan Batas
Anak-anak yang tumbuh besar dalam sebuah rumah yang tidak mempunyai aturan dan batasan berperilaku yang jelas akan mengalami kegelisahan dan kebingungan yang besar. Kebanyakan anak bersifat pemilih, tetapi anak yang tidak diajarkan aturan dan batasan dalam berperilaku dan berbicara dan tidak diajarkan untuk mengakui kebutuhan orang lain, akan menggunakan apa saja yang ia miliki dengan cara yang dapat mengganggu orang lain. Hal ini dapat dicegah apabila orang tua menerapkan peraturan dengan cara yang tepat, menjelaskan apa yang diharapkan, memberlakukan konsekuensi yang sesuai dan menerapkannya secara konsisten.
Membangun Rasa Tanggung Jawab
Seorang anak yang diharuskan melakukan ?tugas? sejak dini akan mampu mengatur diri sendiri, menetapkan tujuan dan mengerjakan tugas yang rumit pada masa kanak-kanak dan masa remajanya.
Bersikap Konsisten
Sikap konsisten adalah cara terbaik untuk membuat anak mengetahui bahwa orang tua bersungguh-sungguh dengan apa yang mereka katakan. Penerapan secara konsisten dengan hukuman yang wajar untuk pelanggarannya, akan memberikan efek lebih kuat pada anak dalam jangka panjang. Konsistensi memperlihatkan kepada anak bahwa mereka sadar atas perilakunya. Sikap konsisten orang tua adalah tambahan motivasi bagi anak untuk berperilaku positif.
Menghindari Kesewenang-wenangan
Agar tidak bertindak sewenang-wenang, orang tua perlu untuk menjelaskan secara langsung dan sederhana apa yang menjadi keinginan dan harapan terhadap si anak serta menetapkan konsekuensi atas setiap tindakan anak yang konsisten maupun tidak.
Imbalan untuk Sikap Bertanggung Jawab
Memberikan reward kepada anak ketika ia bertanggungjawab adalah penting. Hal ini memungkinkan anak bisa mengukur keberhasilan dan kegagalan tindakannya. Namun, orang tua perlu menyadari adanya imbalan atau reward yang bisa mereka berikan kepada anak. Selain uang dan materi, hal-hal seperti waktu, perhatian, simpati dan iktikad baik merupakan imbalan yang menguntungkan anak.
