Bernas.id – 10 November diperingati sebagai hari pahlawan. Di mana kita semua diingatkan kembali tentang perjuangan pahlawan-pahlawan kita yang rela menukarkan nyawanya demi kemerdekaan Indonesia.
Sebagai pemuda, apa yang sudah kita lakukan untuk Negara tercinta kita ini? Jika belum ada, pikirlah lagi apa yang sudah kita lakukan untuk desa kita? Bila tidak ada, tanyalah pada diri sendiri, perbaikan apa yang sudah kita ciptakan untuk diri kita? Kemajuan apa yang sudah diri kita kembangkan? Sudah sejauh mana kita melakukan perubahan untuk diri kita sendiri? Sudah sejauh mana kita melangkah?
Apakah kita sudah puas dengan pencapaian yang sudah kita hadapi? Tak malukah kita kepada para pahlawan yang sudah rela mempertaruhkan hidupnya demi kemerdekaan Indonesia?
Terkadang kita memang perlu untuk bertanya kepada diri sendiri agar kita sadar dan mau memperbaiki diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Belakangan ini kita digemparkan oleh fenomena kids zaman now yang sedang marak-maraknya.
Masa kecil dikenal sebagai masa yang paling indah di mana anak-anak bisa bermain sepuasnya bersama teman-teman seusianya. Namun nyatanya anak-anak saat ini lebih dekat dengan gadget daripada dengan teman-temannya maupun orang tuanya. Yang menyebabkan para anak-anak ini menjadi dewasa sebelum waktunya. Dan melakukan hal-hal yang tak seharusnya mereka lakukan.
Kenapa hal ini bisa terjadi?
Sebenarnya kita sendirilah penyebabnya. Kita yang sudah memperkenalkan dengan sengaja keburukan-keburukan tersebut. Karena Kita lebih sering menampilkan sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan oleh anak-anak ke media sosial hingga menjadi viral menyebabkan para anak-anak yang baru tumbuh dan berkembang ini menganggap bahwa dengan melakukan kesalahan seperti hal buruk mereka akan menjadi terkenal.
Kita sering mengatakan anak-anak zaman sekarang adalah generasi micin. Seharusnya kita tidak melakukan hal itu. Karena semakin kita mengkampanyekan tentang generasi micin, justru akan semakin banyak pula anak-anak generasi micin ini bermunculan. Bila kita ingin generasi micin ini punah, maka berhentilah mengatai-ngatai anak-anak yang salah jalan dengan sebutan generasi micin. Mereka hanya perlu arahan dan bimbingan bukan cacian.
Karena Pada dasarnya anak-anak cenderung akan mengikuti apa yang mereka lihat. Bila kita ingin adik-adik kita menjadi generasi milenial yang baik, marilah kita sama-sama memberi contoh yang baik untuk adik-adik kita yang saat ini sering kita bully sebagai generasi macin.
Jadi mulai sekarang berhentilah menyebarkan serta membagikan hal-hal buruk di media sosial. Alangkah baiknya bila kita selalu menyebarkan hal-hal baik yang bisa memotifasi orang lain pula untuk berbuat baik.
Sebagai generasi 90an, kita harus bisa menjadi contoh yang baik bagi adik-adik kita saat ini. Untuk menghargai jasa para pahlawan marilah kita sama-sama memberi contoh yang baik bagi lingkungan kita sendiri. Bukan malah mengejek ketika mereka yang salah. Yuk kita bawa perubahan dengan menyebarkan kebaikan.
