Bernas.id – Fahmy Indi Fikar menceritakan pengalamannya ketika masih menempuh pendidikan. Jika menilik ke belakang, dari SD sampai Universitas, ia selalu menjadi ketua kelas dan puncaknya ketika masih kuliah di universitas menjadi presiden mahasiswa.
?Buat saya itulah pengalaman unik yang mungkin belum tentu orang lain bisa rasakan. Karena dari pengalaman itulah saya menyadari di bagian mana saya punya kelebihan dan dapat menutupi kekurangan,? ungkapnya ke Bernas.
Saat ini, Fahmy bekerja sebagai sales trainer di sebuah perusahaan terkemuka dan terus menekuni profesi sebagai konselor relationship and family. Ia pun memiliki pengalaman unik tersendiri dengan kegiatan pekerjaannya itu.
?Yang sangat berkesan, pekerjaan saya sebagai trainer mengharuskan saya mengetahui banyak hal dan dapat memberikan solusi dalam hal apapun terhadap user saya. Suatu ketika ada user yang sedang saya coaching dan develop karena sedang mengalami penurunan kinerja. Sebagai orang yang sedikit memahami dan belajar ilmu konseling, saya coba mengupas permasalahan kenapa sampai user tersebut mengalami penurunan kinerja. Hal yang didapat adalah karena ada permasalahan dalam rumah tangga user tersebut. Dari situ user tersebut justru meminta bantuan untuk membantu menyelesaikan masalah rumah tangganya. Alhamdulillah, masalah tersebut dapat teratasi dan user tersebut dapat meningkat kembali kinerjanya,? tuturnya.
Dikatakannya, pekerjaan saat ini sesuai dengan passionnya. ?Pekerjaan saya yang sekarang sesuai passion saya. Bertemu dengan orang banyak dan dapat berdiskusi serta berinteraksi secara langsung. Karena seperti yang sudah saya ceritakan di awal, kemampuan ilmu sosial saya lebih dominan daripda ilmu alam. Kemampuan mendalami seseorang adalah pembelajaran yang alami kalau menurut saya dan itu adalah ilmu yang sangat berharga dan tidak ternilai,? katanya.
Untuk permasalahan dalam bidang pekerjaan, ia menyebut tentang kekhawatirannya munculnya hubungan yang lebih personal dengan user.
?Lebih kekhawatiran akan adanya hubungan yang lebih personal dengan user. Karena user sudah menganggap saya adalah teman berbagi, teman sharing, dan kadang juga sebagai guru mereka. Kalau istilah anak sekarang muncul baper (terbawa perasaan-red). Cara menyikapinya sedari awal sudah diberi pemahaman mengenai profesionalitas antara saya dengan user sehingga dari awal kita sudah sepakat sebagai partner kerja. Untuk tantangan yang sudah jelas di depan mata adalah mengenai pembenahan moral dari diri kita semuanya. Hal ini yang menjadi perhatian khusus dari diri pribadi saya sebagai orang yang menggeluti bidang training, choaching, dan konseling. Di negara kita sudah banyak orang yang pandai dan cerdas, tetapi yang cerdas emosional dan spriritual masih minim. Oleh karena itu menyikapinya harus diberikan bimbingan kepada anak muda pentingnya menjaga keseimbangan dalam kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual,? paparnya.
Ia pun meyakini bahwa bidang pekerjaan yang digeluti penting dan dibagikan ke masyarakat.
?Sebagai trainer sama halnya sebagai guru, kita memberikan dan mentransfer ilmu kepada orang lain. Di dalam kelas semua hal bisa kita bahas.Tidak melulu hanya soal sales atau penjualan. Tetapi yang terpenting adalah sebagai manusia kita wajib mencharge aktualisasi diri kita supaya kita menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya,? katanya.
Untuk selalu positif thinking, haus akan informasi, dan selalu menjadikan lingkungan serta orang baru sebagai pembelajaran yang nyata menjadi habit khusus yang dibangunnya selama ini untuk mendukung pekerjaannya. Ia pun mengakui dalam bekerja pasti ada kalanya naik turun.
?Untuk saya cara mengembalikan mood adalah mengingat kembali tujuan awal hidup saya. Yang ingin menjadi pribadi yang berguna dan bermanfaat untuk orang banyak,? imbuhnya.
Trainer ini pun memberikan inspirasi dan sarannya kepada orang yang membaca kisahnya ini.
?Menjadi pembelajar adalah suatu keharusan. Jangan cepat berpuas diri dengan apa yang didapat sekarang. Karena pada hakekatnya manusia diciptakan untuk menjadi pembelajar sampai akhir hayat dan yang terpenting dalam proses pembelajarannya, jangan lupa untuk selalu mengingat Tuhan karena itu pondasi paling penting dari kita sebagai umat beragama. Untuk saran, Ayah saya selalu berkata kepada saya untuk menjadi pribadi yang taat beragama dan yang terpenting menjadi orang yang punya integritas sehingga dapat fokus menghadapi arus globalisasi yang sudah di depan mata,? terangnya.
Lingkungan pun diakuinya memengaruhi sampai menjadi seperti saat ini.
?Sebagaimana yang sudah saya bahas di awal. Lingkungan adalah guru terbaik bagi saya. Saya belajar banyak hal dari lingkungan sekarang ataupun yang lalu. Faktor pemilihan lingkungan sangat penting dalam kesuksesan seseorang. Ketika kita mau menjadi orang yang sukses maka kita juga harus berkumpul dengan orang sukses. Untuk pencapaian yang membanggakan adalah ketika user sudah mengakui kompetensi saya sebagai trainer ataupun development sebagai perwakilan dari perusahaan. Untuk pernghargaan khusus, sebagai seorang trainer di sebuah perusahaan, ada kontes-kontes yang diselenggarakan, baik itu internal ataupun eksternal. Buat saya sebuah kebanggaan manakala dapat menjadi Trainer of The Month yang kompetisinya untuk seluruh trainer nasional. Puncaknya ketika di tahun 2015, menyabet 2nd Winner Trainer of The Year,? bebernya panjang.
Penyuka hobi membaca ini memberikan pandangannya tentang kehidupan. ?Sebagai manusia, kita harus bisa seimbang antara ilmu pengetahuan dan agama. Dalam ajaran agama saya, mencari kesuksesan di dunia adalah sebuah keharusan, tetapi jangan lupa akan ada kehidupan yang lebih hakiki setelah di dunia. Untuk project, segera dapat membuka pusat Konseling dan Coaching for Relationship & Family untuk khalayak umum. Untuk impian, saya punya cita-cita untuk mempunyai perusahaan sendiri yang bergerak di bidang konseling dan coaching, di mana perusahaan tersebut dapat membantu orang orang supaya dapat lebih memaksimalkan potensi yang dimiliki,? pungkasnya.
