Bernas.id. Memiliki anak merupakan anugerah yang didambakan bagi setiap pasangan yang terikat janji suci pernikahan. Berbagai opini muncul di masyarakat tentang pengasuhan dan pola mendidik anak. Ada yang berpendapat bahwa memiliki anak laki-laki merupakan kebanggaan keluarga namun mendidiknya untuk bisa disiplin dan bisa bertanggung jawab tidaklah mudah. Ada pula yang memiliki pemikiran bagai telur di ujung tanduk jika memiliki anak perempuan. Ya selalu khawatir terhadap anaknya. Tentu itu orang boleh beropini, tapi rencana Allah lebih indah tentunya. Tinggal kita saja yang mengupayakan untuk menjadikan putra putri kita menjadi anak saleh salehah.
Anak laki-laki
Pada era digital ini mendidik dan mengasuh anak laki-laki maupun perempuan sama saja yaitu sama-sama memiliki tantangan berat. Anak laki-laki kini menjadi sasaran utama oleh oknum yang ingin menghancurkan masa depan anak-anak khususnya dan bangsa pada umumnya melalui tontonan pornografi. Anak-anak laki-laki pada umunya otak depannya belum berkembang sempurna sehingga mereka belum bisa membedakan yang baik dan yang buruk. Selain itu anak laki-laki cenderung menggunakan otak kiri dan memiliki organ kelamin di luar sehingga mudah terangsang oleh gambar ataupun tontonan yang berbau pornografi. Paparan pornografi mengakibatkan rusaknya syaraf otak sehingga mereka tidak dapat berpikir secara rasional. Jika generasi penerus kita sudah terpapar pornografi maka rusaklah mental mereka pada akhirnya keutuhan negara kita pun juga bisa terancam.
Anak perempuan
Memiliki anak perempuan merupakan anugerah buat orang tua. Bahkan di sebuah hadis disampaikan bahwa jika orang tua yang memiliki anak perempuan kemudian mendidik dan merawat anaknya dengan sabar maka itu akan menjadi tameng dari api neraka. Sungguh islam memuliakan perempuan. Jika anak laki-laki disuguhi dengan tontonan pornografi sedangkan anak perempuan disuguhi dengan gaya busana yang terbuka dan gaul. Sehingga aurat mereka menjadi begitu mudah untuk dilihat oleh kaum adam. Selain fashion, anak perempuan kini lebih tergoda dengan gaya hidup mewah. Sehingga rentan sekali dengan penipuan, kekerasan seksual dan jenis kejahatan lainnya.
Sebagai orang tua masa kini, kita haruslah rajin belajar untuk bisa mendidik anak-anak kita menjadi generasi Rabbani yang tangguh. Oleh karena itu perlu berbagai upaya di antaranya :
1. Kekuatan doa
Doa orang tua terutama doa ibu, laksana doa nabi kepada umatnya. Mari kita doakan anak-anak kita menjadi anak yang saleh. Jangan pernah lelah untuk mendoakan anak kita dan terus berupaya mempersiapkannya untuk menghadapi masa depan mereka. Ajak pula anak-anak untuk lebih mengenal Tuhannya serta ajaran agamanya sehingga dapat terjaga fitrahnya.
2. Dekat dengan anak
Mendidik anak bukan hanya kewajiban ibu saja tapi juga perlu peran serta dari ayah. Luangkan waktu untuk bisa lebih dekat dengan anak sehingga orang tua dapat menjadi figur yang lebih mereka percaya daripada orang lain. Dengan kedekatan antara anak dengan ayah ibunya maka akan terjalin kehangatan keluarga. Orang tua harus jadi panutan yang baik untuk anaknya. Anak perempuan perlu belajar keberanian dan sosok pemimpin dari ayahnya. Demikian juga anak laki-laki akan belajar hati yang lembut dari ibunya sehingga kelak dia bisa menjadi pemimpin yang baik dan berhati mulia.
3. Ajari anak menghargai dirinya
Yuk kita ajari anak-anak kita untuk mengerti betapa berharganya diri mereka. Beritahukanlah mana saja sentuhan sayang, membingungkan dan yang berbahaya sehingga mereka dapat lebih waspada terhadap orang disekelilingnya. Selain sentuhan, anak juga perlu diajarkan untuk menutup aurat mereka serta tidak mudah terpengaruh dengan orang lain.
4. Jauhkan dari segala hal yang berbau pornografi, miras dan narkoba
Batasi penggunaan gadget pada anak kita juga tontonan pada televisi yang dirasa tidak bermanfaat untuk perkembangan anak. Janganlah lupa untuk sering memantau mereka tentang apa yang dilihat di gadget maupun televisi serta teman dekat mereka. Seseorang itu akan tergantung dari agama temannya. Sehingga jangan sampai anak kita salah dalam memilih pergaulan.
