Bernas.id – Usaha handmade bermerek Titik Iyik, awalnya hanyalah kumpulan hasil ?me time? dari Ara Rossi. Sebagai seorang yang terbiasa bekerja kantoran dan tahu-tahu harus stay di rumah bukanlah perkara yang mudah untuk ibu rumah tangga yang satu ini. Diakuinya rasa bosan dan stres memang kerap menjadi masalah umum baginya. ?Apalagi yang sudah terbiasa dengan segala dinamika dan kesibukan di kantor. Untuk menghilangkan rasa bosan dia mulai membuat craft mulai dari bantal, boneka hingga tas,? ungkapnya ke Bernas (1/10).
Tak pernah kehabisan ide atau akal, ibu anak satu ini memang sudah suka membuat tas dari celana bekasnya dulu waktu duduk di bangku SMU. ?Saat teman ulang tahun dan nggak ada budget lebih buat beli kado saya harus pinter-pinter nyari ide. Lalu kepikiran bikin tas kecil dari celana jins yang udah nggak pernah saya pakai lagi. Masih saya jahit tangan saat itu. Ternyata saya sangat menikmati saat membuat tas itu. Saat mengerjakan ada rasa exited tersendiri. Nanti hasilnya gimana ya? Bagus enggak? perasaan itu ternyata masih tersimpan di memorinya. Maka saat diharuskan untuk full menjadi ibu rumah tangga karena anak yang nggak bisa ditinggal, terbersit ide dalam pikiran ibu satu anak ini untuk mulai membuat craft lagi,” tuturnya.
Nama Titik Iyik dipakai bukan tanpa sebab. Sebagai seorang lulusan sarjana Biologi, Ara ingin craft buatannya masih berbau-bau Biologi. Titik Iyik mempunyai filosifi sendiri. ?Titik iyik itu sebutan khas daerah Tulungagung untuk capung kecil. Titik Iyik biasanya hidup di tempat yang ekosistemnya masih terjaga bagus. Semoga Titik Iyik akan membuat 'hidup' Anda lebih baik. Jadi semacam doa secara nggak langsung,? tuturnya.
Berbekal beberapa koleksi kain yang dimilikinya, Ara mulai membuat craft yang mudah dan cepat pembuatannya, yaitu boneka bantal hand made di sela sela waktu yang di ada-adakan. ?Jangan salah menjadi ibu rumah tangga itu waktu kerjanya dan tingkat stresnya lebih dari bekerja kantoran lho. Rasanya seperti kerja lembur setiap hari dengan deadline di setiap jamnya. Seringnya sih pas malam hari. Saat suami dan anak sudah tidur. Kadang harus terhenti beberapa kali saat si kecil terbangun dan menangis,? terangnya.
Tentu saja, semua ide keterampilannya bukan langsung didapat Sim Salabim Abakadabra, tapi dia belajar dari internet dan banyak buku keterampilan. ?Kalo inspirasi seringnya lihat di Pinterest. Terus kalau tas, untuk teknik menjahit belajarnya dari YouTube,? ucapnya.
Sementara untuk label produk buatannya, ibu berbadan mungil ini awal membuat sendiri, berbekal pita putih, transfer papper dan setrika. ?Biar ngirit,? katanya. Namun, seiring waktu karena banyak orderan, akhirnya Titik Iyik memakai label berbahan kulit asli.?Label itu menaikkan gengsi,?imbuhnya.
Diceritakannya, pesanan awal produknya berasal dari teman sendiri, namanya Inggit. Inggit dulu teman kerja, tapi memutuskan untuk keluar dan memilih membuka toko pakaian online. Nah, saat perayaan 1 tahun toko onlinenya, dia pesan boneka titik iyik. ?Pesannya lumayan banyak saat itu, kalo nggak salah lebih dari 10. Dari situ saya mulai PD bikin-bikin boneka lagi. Tak lupa saat sampai ke customer saya tanya bagaimana dengan produk Titik Iyik. Saya minta untuk jujur berkomentar untuk perbaikan ke depannya. Saya sangat sadar diri produk awal Titik Iyik pasti masih banyak kurangnya,?katanya.
Salah satu customer pernah mengatakan ?Kalo soal ide bagus, tapi ini kan mau dijadikan produk komersil. Jadi, kalo bisa menjahitnya lebih rapi, trus isi dakron di dalamnya kurang padat.? Ara sempet down juga waktu dapat masukan itu. Di satu sisi, dia berterimakasih, di satu sisi membuat rasa percaya dirinya jatuh. Namun, bukan Ara jika terus-terusan untuk down sehingga memilih untuk segera memperbaiki produk titik iyik. ?Saya sebenernya sudah punya mesin jahit saat masih kerja di kantoran, tapi belum berani menggunakannya. Takut. Kebetulan mesin jahitnya udah lumayan bagus dengan banyak tombol-tombol otomatis. Saya takut kalo asal pake malah bikin rusak mesin jahitnya. Tapi, setelah ada masukan soal kerapian, mau nggak mau akhirnya saya belajar memakai mesin jahit itu. Untunglah ada teman yang sudah pernah menggunakan mesin jahit dengan tipe yang sama dan mau mengajari,? ujarnya.
Tidak puas hanya membuat produk boneka dan bantal. Ara kini telah memulai membuat bantal sandaran mobil, tempat tissue untuk mobil hingga tas tote sederhana seperti yang pernah dibuatnya saat masih SMU. Sama seperti saat membuat boneka dan bantal, produk tas Titik Iyik mengalami trial and error, mulai dari talinya yang dari kulit sintetis di mana lebih susah saat menjahitnya. Hingga kekuatan tas dalam menahan barang yang ada di dalamnya. ?Saya selalu menjahit di bagian tali lebih dari 2 kali supaya lebih kuat saat membawa beban,?ungkapnya.
Pembeli produk Titik Iyik awal masih teman-teman sendiri, mulai temen SD sampai teman kerja, tapi kini sudah mulai meluas di Yogyakarta ini meski pemasaran masih melalui jejaring Facebook dan Instagram. Lalu adeknya temen mulai pesan, temennya temen juga ada yang pesen. ?Ya dari mulut ke mulut aja sih selain lewat FB dan Instagram. Sampai sekarang, Puji Tuhan, ratusan produk handmade Titik Iyik sudah terjual,? ceritanya mengenang.
Banyak yang menyarankan untuk memasarkan di toko online seperti Tokopedia, Bukalapak.com dan sebagainya supaya lebih banyak pangsa pasarnya, tapi karena keterbatasan waktu dan tenaga, keinginan itu disimpan dulu. ?Dalam waktu dekat ini malah lebih pengen meningkatkan mutu daripada kuantitas. Pengen craft dari kulit asli dengan dipadu kain batik atau kain tradisional khas indonesia lainnya. Biar ada khasnya dari Titik Iyik. Intinya, saat kita merasa nggak berdaya, jangan menyerah dengan keadaan. Bikin hal hal yang membuat hari harimu selalu semangat setiap harinya. Emak-emak yang full di rumah juga tetap bisa mengaktualisasikan diri. Caranya, Anda sendiri yang menentukan, Be Creative,? pungkasnya. Jika tertarik dengan produk Titik Iyik, kamu bisa order di Instagram: ara14_mulyanto, Facebook: Ara Rossi, Email: ara14_mulyanto@yahoo.co.id. Alamat: Handmade Titik Iyik, Perumahan Pinang Ranti, Sewon, Bantul, Yogyakarta
