Bernas.id – Fenomena banyaknya department store bermerek besar seperti Ramayana, Matahari, Lotus, Debenhams yang menutup gerainya di Indonesia, mendapat perhatian yang serius dari pelaku dan pengamat bisnis dunia. Begitu juga dengan para emak-emak yang ikut mengamati pergerakan bisnis ritel, mengingat biasanya department store adalah rumah singgah mereka. Di sanalah mereka biasa mencari angin segar di sela kepenatan menata rumah. Sehingga, mereka berharap mal dan departement store tetap buka. Dalam artikel ini emak-emak memberi tahu mal atau departement store mana yang akan bertahan. Mari kita simak.
1. Ajang Kumpul
Saat ini, fungsi mal dan departement store bukan hanya sebagai tempat belanja, tetapi juga ajang kumpul dan belajar. Menurut emak-emak, departementt store yang asyik itu tidak cuma memajang barang dengan diskon menarik. Coba kalau ada departement store yang memfasilitasi program arisan emak-emak dengan membuat cafe atau restoran menu murah meriah. Atau departement store yang bisa membuat program make-over kepada emak-emak, bagaimana belajar memilih baju yang pas sesuai bentuk tubuh agar terlihat lebih menarik dan trendi.
2. Lokasi Dekat Pusat Aktifitas
Kesibukan melaksanakan kewajiban di rumah membuat waktu emak-emak sangat berharga. Sehingga, mereka memilih untuk datang ke departement store di mal yang sekaligus bisa memberikan fasilitas kegiatan keluarga. Mal yang dekat tempat kursus, yang ada toko buku atau pusat permainan, atau yang sering buat acara anak-anak menjadi tempat yang paling sering dituju. Emak bisa belanja, anak pun tidak bosan dan malah bisa terasah bakatnya. Lokasi mal yang dekat rumah, di bawah apartemen atau dekat pusat perkantoran masih menjadi pilihan.
3. Punya Spot yang Instagrammable
Saat ini, kebutuhan emak untuk tetap berekspresi dan unjuk kebolehan di media sosial, menjadi prioritas emak-emak zaman now. Jalan bareng ke mal atau departement store dan berfoto di spot unik dengan pencahayaan yang bagus biasanya menjadi sasaran emak-emak. Mungkin kalau penataan di dalam departement store bukan cuma baju digantung dan ditumpuk, akan membuat emak-emak makin sering berkunjung dan makin betah belanja.
4. Fasilitas Ramah Anak
Emak-emak biasanya memilih departement store atau mal yang memberikan fasilitas ramah anak, dari tempat menunggu, ruang menyusui, hingga toilet dan musala yang bersih. Begitu juga dengan departement store yang menyediakan penyewaan kereta bayi atau kereta dorong balita, dengan fasilitas bermain dan sudut bacaan untuk anak, biasanya menjadi tujuan utama. Sehingga, saat emak-emak belanja, anak-anak bisa membaca buku atau mungkin mengerjakan PR.
5. Mudah Cari Sopir Online
Fenomena sopir online juga berimbas pada pilihan ke mal atau departement store mana emak akan pergi. Mengingat para emak biasanya ingin santai dan ingin tidak capek menyetir, maka emak sering memakai jasa sopir online. Tentunya, mal atau departement store yang jarang didatangi sopir online membuat emak kesulitan pulang setelah belanja.
6. Rangkul Penjual Online
Menurut beberapa pengamat ekonomi, bisnis ritel lesu karena emak-emak lebih banyak membeli atau bahkan menjual barang online. Bagaimanapun, membeli barang online memang banyak mendatangkan kemudahan bagi para emak, karena barang langsung diantar ke rumah, sehingga departement store dan mal harus berinovasi membuat gerai versi online. Daripada bersaing, lebih baik merangkul para penjual online dan mungkin bisa menjalin kerjasama yang saling menguntungkan.
Yang pasti, emak-emak tentu akan merasa kehilangan bila banyak mal atau gerai departement store tutup. Ayo, para peritel jangan patah semangat karena emak-emak masih membutuhkan departement store untuk belanja dan melepas kebosanan dan kepenatan di rumah.
