Bernas.id – Sejak Rasulullah SAW melaksanakan dakwah di Madinatul Munawarah, Bilal bin Rabah mendapatkan tugas untuk berkeliling distrik mengumpulkan kaum muslimin setiap akan melaksanakan sholat berjamaah. Hal ini mengakibatkan banyak kaum muslimin terlambat melaksanakan sholat berjamaah. Karena itu risaulah hati Rasulullah Shalallahu ?Alaihi Wassalam. Maka, beliau pun mengumpulkan beberapa orang sahabat untuk bermusyawarah bagaimana caranya agar dapat mengumpulkan kaum muslimin dengan cara mudah dan praktis, sehingga sholat berjamaah bisa dilaksanakan tepat waktu dan mengurangi yang masbuk.
Salah seorang sahabat berkata, bagaimana kalau mengumpulkan jamaah dengan memukulkan kentongan. Pendapat itu ternyata ditolak jamaah, sebab meniru kebiasaan umat Nasrani. Yang lain pun mengusulkan untuk menyalakan api, hal ini pun tak mendapatkan persetujuan, sebab perbuatan tersebut mengikuti kebiasaan orang Majusi. Lalu, sahabat yang lain mengusulkan, bagaimana kalau kita meniup terompet saja, itu pun tidak mendapatkan tanggapan yang baik, hal itu merupakan kebiasaan orang-orang Yahudi.
Tiba-tiba datanglah Abdullah bin Zaid dan ikut bergabung dalam musyawarah tersebut, lalu beliau berkata bahwa baru saja beliau bermimpi melihat seorang laki-laki datang mengajarinya sesuatu. Disebutkanlah apa yang diajarkan laki-laki itu, sebagaimana lafaz azan yang hingga saat ini kita dengar. Rasulullah Shalallahu ?Alaihi Wassalam tersenyum lebar menyambut mimpi sahabatnya itu. Kemudian Rasulullah Shalallahu ?Alaihi Wassalam memanggil Bilal Bin Rabbah, karena Bilal memiliki suara paling tinggi saat itu.
Maka, ketika waktu sholat tiba, Bilal langsung mengumandangkan kalimat-kalimat tersebut. Allaahu Akbar-Allaahu Akbar, Asyhadu an laa ilaaha illallaah, Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, Hayya ?Alas Sholah, Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Laa ilaaha illallaah. Umar bin Khatab datang tergopoh-gopoh lalu berkata, bahwasanya beliau pernah bermimpi ada laki-laki yang mengumandangkan kalimat tersebut saat sholat berjamaah akan dilaksanakan. Klop deh mimpinya Abdullah Bin Zaid dan Umar bin Khatab.
Akhirnya kaum muslimin mendapatkan cara terbaik untuk mengajak orang sholat. Kemudian Rasulullah menambahkan kalimat hayya ?alal falaah, artinya ajakan untuk meraih kemenangan dan assholatu khairun minan naum pada saat mengajak kaum muslimin di waktu subuh, yang berarti sholat itu lebih baik dari pada tidur. Nah, inilah sejarah awal kenapa kita menggunakan azan untuk mengajak kaum muslimin melaksanakan kewajiban sholat berjamaah.
