Bernas.id – Saat yang membahagiakan bagi pasangan yang telah menikah adalah dikaruniai momongan oleh Allah SWT, sehingga beberapa pasangan sudah melakukan program kehamilan sedini mungkin usia pernikahan, mengingat zaman sekarang kesibukan dan asupan makanan banyak yang menghambat proses kehamilan. Namun, setelah hamil bukan berarti masalah selesai, saat-saat hamil adalah masa seorang wanita berjuang antara hidup dan mati. Banyak sekali permasalahan yang dapat dialami oleh setiap wanita, antara lain:
1. Diabetes Gestasional
Setiap ibu hamil harus memperhatikan asupan nutrisinya karena bahaya akan Diabetes Gestasional meningkat. Diabetes Gestasional terjadi karena peningkatan hormon di dalam tubuh seperti progesteron, estrogen, dan laktogen plasenta. Peningkatan tersebut membuat insulin tidak bekerja dengan baik sehingga gula darah meningkat. Gula darah yang tinggi akan diambil oleh janin sehingga menyebabkan janin tumbuh besar di atas rata-rata.
2. Pre Eklampsia
Pre Eklampsia atau biasa kita kenal dengan keracunan kehamilan juga dapat terjadi karena beberapa faktor antara lain tekanan darah tinggi, kerusakan organ tubuh antara lain ginjal yang ditandai oleh tingginya protein pada urine. Pre Eklampsia dapat diketahui setelah kehamilan minggu ke 20, oleh karena itulah ibu hamil harus rajin memeriksakan kandungannya pada dokter. Pada usia kehamilan 1 hingga 7 bulan, diwajibkan untuk melakukan USG sebulan sekali, setelah 7 bulan mulailah USG dua minggu sekali. Pre Eklampsia adalah kondisi sebelum Eklampsia dimana pada tahan Eklampsia akan sangat membahayakan bagi ibu dan juga janin.
3. Emboli Pulmonari
Emboli Pulmonari adalah penyumbatan yang terjadi pada ibu Hamil, antara lain disebabkan oleh pembekuan darah yang abnormal, aliran darah yang tidak lancar akibat berat janin yang menekan pembuluh darah, kerusakan pembuluh darah akibat proses melahirkan atau bedah caesar. Setelah melahirkan, Bunda beresiko terserang emboli paru-paru yang menyebabkan sesak nafas, dan resiko baru akan berkurang setelah masa nifas selesai.
4. Ketuban Pecah Dini
Air ketuban normalnya pecah setelah pembukaan mulut rahim 4cm, jika belum apalagi sebelum menginjak usia kehamilan 37 minggu, maka dinamakan pecah dini. Penyebabnya belum pasti tetapi bisa dikarenakan infeksi kuman terutama infeksi bakteri sehingga selaput ketuban menjadi tipis, lemah, dan mudah pecah. Bisa juga karena kondisi kehamilan kembar, ada riwayat persalinan kurang bulan, infeksi vagina, dan kelainan mulut rahim (serviks).
5. Placenta Previa
Placenta Previa adalah kondisi dimana plasenta atau ari-ari bayi menutup jalur lahir, sehingga bayi tidak mungkin dilahirkan secara normal. Penyebabnya tidak diketahui secara pasti, hanya saja biasa dokter kandungan akan berpesan kepada setiap wanita hamil untuk tidak terlalu lelah dan melakukan aktivitas fisik secara berlebihan. Sebelum menginjak usia 7 bulan, ari-ari masih ada kemungkinan untuk bergeser sehingga ibu hamil yang memimpikan untuk melahirkan secara normal masih memiliki harapan.
Namun di atas usia 7 bulan kandungan jika masih belum bergeser, ibu hamil harus mulai waspada karena ada kemungkinan terjadi pendarahan. Dokter membatasi hingga 3 kali pendarahan kemudian memutuskan untuk melakukan bedah caesar demi kebaikan ibu dan janin. Jadi jangan pernah memaksakan kelahiran normal pada kondisi ini.
