Bernas.id – Kagum ketika melihat orang lain baik secara langsung atau melalui foto dan video adalah hal yang sering terjadi, namun tidak semua orang tahu akan dampak hal ini. Bisa menimbulkan penyakit ?ain meskipun tidak pasti setiap foto atau video yang kita mendatangkan ?ain tetapi lebih baik kita berhati-hati.
Menurut dr. Raehanul Bahrain bahwa penyakit ?ain adalah penyakit baik pada badan maupun jiwa yang disebabkan oleh pandangan mata orang yang dengki ataupun takjub/kagum, sehingga dimanfaatkan oleh setan dan bisa menimbulkan bahaya bagi orang yang terkena.
Contoh kasus:
Foto anak yang lucu dipasang di media sosial, kemudian bisa saja terkena ?ain. Anak tersebut tiba-tiba sakit, nangis terus dan tidak berhenti, padahal sudah diperiksakan ke dokter dan tidak ada penyakit. Bisa juga gejalanya tiba-tiba tidak mau menyusui sehingga kurus kering tanpa ada sebab penyakit.
Hal ini terjadi karena ada pandangan iri kepada gambar itu atau pandangan takjub/kagum dan penting diketahui bahwa penyakit ?ain bisa muncul meskipun mata pelakunya tidak berniat membahayakannya.
Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan,
?Jiwa orang yang menjadi penyebab ?ain bisa saja menimbulkan penyakit ?ain tanpa harus dengan melihat. Bahkan terkadang ada orang buta, kemudian diceritakan tentang sesuatu kepadanya, jiwanya bisa menimbulkan penyakit ?ain, meskipun dia tidak melihatnya. Ada banyak penyebab ?ain yang bisa menjadi sebab terjadinya ?ain, hanya dengan cerita saja tanpa melihat langsung?
Dari Ibnu 'Abbas dari Nabi bersabda: “Penyakit yang timbul dari pengaruh 'ain memang ada. Seandainya ada yang dapat mendahului qadar, tentulah itu pengaruh pandangan mata. Karena itu apabila kamu disuruh mandi, maka mandilah!” (HR. Muslim: 4058)
Bahkan termasuk kategori kasus terbanyak penyebab kematian. Dari sahabat Jabir radliyallahu ?anhu ia berkata : telah bersabda Rasulullah: Kebanyakan yang meninggal dari umatku setelah qadha dan qadar Allah adalah karena An-Nafs yaitu Al-?Ain” (HR. Bukhari dalam At Tarikh Al Kabiir 4/360, Shahiihul Jaami? Nomor. 1206)
Kisah dampak 'ain “tidak sengaja” diniatkan dari seorang sahabat Nabi ('Amir bi Rabi'ah veteran Badr) kepada sahabat lainnya (Sahl bin Hunaif) yang nyaris “membunuh” Sahl, adalah salah satu bukti cepat dan tepatnya 'Ain bekerja. (HR. Malik, Ahmad, Nasai).
Pernyataan Nabi Muhammad adalah wahyu, akurasi kebenarannya tidak perlu diragukan.
Analisa sebab yang sudah pasti ini tentu sangat berguna untuk langkah “Pencegahan, Penguatan, Terapi Pengobatan dan Pemulihan”.
Menurut ustaz Hadi bahwa hampir semua gejolak jiwa bisa menjadi bahan bakar 'ain. Baik gejolak “positif maupun negatif”.
– Gejolak positif : Kagum, empati, angan-angan, gembira (yang tidak disertai “tabrik” atau ungkapan/doa keberkahan)
– Gejolak negatif: Hasad atau iri, berprasangka, marah, sedih, malu/minder, takut.
Kedua gejolak itu bisa berpotensi mencelakakan orang lain bahkan juga dirinya sendiri. Di antara terapi efektifnya adalah dengan menyentuhkan “bekas” dari pihak yang terkena gangguan 'ain kepada orang yang menyebabkan 'ain, misalnya orang yang kagum kepadanya.
