Bernas.id – Menjadi seorang anak merupakan panggilan takdir, pun menjadi seorang wanita. Namun, menjadi wanita dewasa yang memutuskan untuk menikah dan menjadi ibu rumah tangga seutuhnya adalah panggilan hati, bukan sekedar panggilan keluarga atau panggilan lingkungan, alias tuntutan atau cuma ikut-ikutan.
Sekarang mungkin banyak wanita yang serba salah. Ketika menikah dan tetap bekerja di luar rumah, akan ada anggapan negatif yang berdatangan seakan mengomentari ketidaktaatan istri terhadap suami karena sibuk bekerja hingga dianggap lalai mengurus suami. Namun, ketika memilih berhenti bekerja dan menjadi ibu rumah tangga, muncul juga suara sumbang yang mengomentari pilihannya dengan menyayangkan pendidikan tinggi yang dimiliki hanya berujung menjadi ibu rumah tangga.
Berkarir ataupun menjadi ibu rumah tangga, semua adalah pilihan yang baik asal dijalani dengan hati dan atas izin suami. Terlepas dari cibiran yang muncul, menjadi ibu rumah tangga dengan pendidikan tinggi bukanlah sebuah kesia-siaan. Justru dengan ilmu dan wawasan yang luas, seorang ibu bisa memaksimalkan perannya, terlebih seluruh waktunya dicurahkan untuk keluarga. Manfaatnya akan terasa dalam tumbuh kembang anak, terlebih saat anak beranjak dewasa nantinya.
Menjadi ibu rumah tangga tidak semata-mata hanya berkutat pada urusan rumah, suami, dan anak saja. Ibu rumah tangga juga bisa mengekspresikan diri dan mengembangkan pemikiran serta bakatnya seperti wanita-wanita lain yang bekerja di luar rumah tanpa mengurangi perannya sebagai seorang ibu. Lalu, bagaimana caranya?
1. Menjalankan bisnis sebagai sampingan
Menjalani bisnis sekaligus mengurus rumah tangga bukanlah perkara mudah. Akan tetapi, hal tersebut bisa menjadi cara agar passion yang ada dalam diri tetap tersalurkan. Memulai bisnisnya pun diniatkan untuk mengisi kegiatan ataupun membantu suami, bukan semata meraup untung sebanyak-banyaknya. Jika hanya berorientasi pada uang, ke depannya pasti fokus sebagai ibu rumah tangga akan terkesampingkan dan lebih mementingkan bisnisnya.
2. Bersosialisasi di lingkungan
Menjadi ibu rumah tangga jangan sampai menghalangi pergaulan di lingkungan. Sebagai wanita yang supel dan memiliki wawasan yang luas, tentunya bersosialisasi tetap dibutuhkan. Dengan bersosialisasi, dapat menjadikan wawasan semakin terbuka. Bergabung dengan berbagai komunitas seperti pengajian, arisan, hingga perkumpulan wali murid di sekolah sang anak tentunya harus dilakukan.
3. Mempelajari hal baru
Bersosialisasi dengan banyak orang tentunya memberikan berbagai dampak positif. Banyak hal-hal baru yang bisa kita peroleh dan pelajari. Dengan waktu yang dimiliki, seorang ibu rumah tangga bisa mengisinya dengan belajar hal baru seperti mencoba resep masakan, membuat kerajinan tangan, atau membuat blog dengan tulisan-tulisan soal parenting.
Memilih untuk menjadi ibu rumah tangga seutuhnya bukanlah sesuatu yang salah. Hal itu juga bukan sesuatu yang dapat menghambat seorang wanita untuk berekspresi dan mengembangkan pemikirannya. Percayalah, menjadi ibu rumah tangga itu tidak akan pernah menjadi pilihan yang sia-sia.
