Bernas.id – Banyak orang yang mengeluh ketika ada pekerjaan yang terbengkalai karena waktunya habis untuk menyelesaikan satu kegiatan saja, kadang tidak memahami bagaimana orang lain dapat menunaikan tugas yang lebih banyak dengan waktu yang sama, ternyata orang tersebut mengetahui cara mengerjakan tugas secara efektif.
Islam telah memberi tuntunan untuk segala hal termasuk menganjurkan agar manusia dapat teratur dalam urusannya. Misalnya dalam kehidupan rumah tangga, tidak setiap hari ibu harus berlama-lama di dapur, cukup sepekan sekali saja. Semua lauk pauk dapat disiapkan dan disimpan di lemari es, memasak harian hanya sayur saja.
Salah satu ayat yang menjadi landasannya adalah “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dengan bershaf-shaf (dalam barisan yang teratur)….” (QS. As-Shaff:4).
Jika ingin menanamkan keteraturan yang berkesinambungan, maka kita harus memahami fikih prioritas. Di antara kaidah umum fikih prioritas yaitu:
- Mendahulukan urusan yang penting dan mudah daripada urusan yang penting tapi susah.
- Mendahulukan urusan yang menghabiskan waktu singkat daripada urusan yang memerlukan waktu banyak.
- Mendahulukan urusan yang manfaatnya lebih banyak dibandingkan dengan yang manfaatnya sedikit.
- Mendahulukan sesuatu yang dilandasi oleh satu urusan atau lebih dibanding sesuatu yang tidak ada landasannya.
- Mendahulukan urusan yang kesempatannya hanya datang satu kali daripada urusan yang kesempatannya datang seringkali.
- Mendahulukan urusan yang berisi kemuliaan dan keutamaan daripada urusan yang tanpa kemuliaan dan keutamaan.
Selain itu, seorang muslim perlu membiasakan diri menerapkan langkah-langkah manajemen yaitu:
1. Planning (perencanaan); Rasulullah SAW mengutus Mush'ab bin Umair ke Madinah sebelum beliau berhijrah. Mush'ab melakukan survei lapangan dan sensus sehingga Rasulullah memiliki bahan untuk membuat perencanaan apa yang akan beliau lakukan di Madinah.
2. Organizing (pengorganisasian); Rasulullah SAW mengorganisasikan sumber daya yang dapat dimanfaatkan dalam perjalanan hijrah. Pengorganisasian SDM dengan meminta Ali menggantikan beliau tidur di tempat tidurnya, menugaskan Asma mensuplai makanan, menugaskan Abdullah bin Abu Bakar menyampaikan berbagai informasi dan menjadikan Abdullah bin Uraiqith sebagai navigator.
3. Actuating (menjalankan aksi); setelah perencanaan dan pengorganisasian matang, tanpa menunda waktu, Rasulullah segera melakukan hijrah.
4. Controlling; seluruh aktivitas yang dijalankan harus berada dalam kontrol kita. Jangan melakukan aktivitas diluar rencana kecuali jika sangat mendesak.
5. Evaluating; evaluasi bukan akhir dari sebuah aktivitas, karena setelahnya kita perlu memulai dengan planning lagi. Karena evaluasi tidak akan bermanfaat jika tidak diberikan follow up.
Semoga kita dapat menjaga keteraturan dalam segala aspek kehidupan.
