Bernas.id – Setiap orang normal tentunya menyukai kerapihan. Apalagi berkaitan dengan tempat tinggal mereka. Rumah bersih dan rapi adalah satu obsesi dari orang-orang berpikiran sehat. Namun adakalanya, keinginan dan harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Suatu ketika saat anda telah berumah tangga dimana hadirnya pasangan yang berbeda pola hidup cukup berpengaruh terhadap kehidupan anda termasuk urusan kerapihan tempat tinggal. Mulai dari rutinitas menata kamar, memilah pakaian kotor dan seabrek urusan merapihkan rumah. Apalagi ketika pernikahan tersebut dikaruniai anak satu, dua dan seterusnya. Keberadaan asisten rumah tangga pun tak selamanya menjadi solusi.
Bagi anda yang mengalami hal di atas berikut tips untuk mengatasinya:
1. Komunikasikan dengan baik bersama pasangan anda. Ajak serta anak-anak anda jika mereka sudah bisa diajak berkomunikasi. Jangan sesekali meremehkan anak kecil, sebab meraka adalah peniru ulung. Ada benarnya pepatah mengatakan kecil dibiasakan besar terbawa-bawa atau ala bisa karena biasa. Membiasakan anak untuk memahami standar kebersihan dan kerapihan rumah itu harus dipupuk sejak kecil. Namun satu catatan penting yang tidak boleh anda lupakan bahwa anak hanyalah seorang kecil yang masih memiliki kebutuhan bermain untuk melatih perkembangan intelegensinya.
Artinya bahwa keterlibatan anak hanya pada aspek pembelajaran dan pembiasaan, bukan dalam rangka memenjarakan kemerdekaannya untuk bermain. Komunikasi yang efektif dalam keluarga akan melahirkan kesepakatan-kesepakatan untuk menjaga kebersihan dan kerapihan dalam versi yang sama, sekaligus sederetan rutinitas untuk merealisasikan kesepakatan tersebut. Misalnya, saat kapan ruang keluarga aman dari mainan anak yang berhamburan, siapa yang bertugas merapikannya; saat kapan dapur bebas dari peralatan kotor, siapa yang bertugas merapikannya. Ya, sejumlah hal-hal yang memang perlu diteliti oleh anda.
2. Lakukan evaluasi secara berkala atas pelaksanaan sejumlah kesepakatan dan hal-hal yang detail pada poin 1.
3. Pastikan anda konsisiten pada krerapihan dan kebersihan rumah, jauhi hobi mengoleksi barang lama atau barang bekas yang sudah tidak layak pakai.
4. Jika anda termasuk orang yang sering berbelanja barang baru karena memang kantong anda memadai untuk hal itu, segera imbangi dengan menumbuhkan budaya bersedekah, atau menginfakkan barang lama yang masih layak namun sudah tidak digunakan lagi.
5. Berani mengambil langkah cerdas untuk menentukan solusi-solusi praktis di lapangan dalam mengatasi situasi insidental. Misalnya saat dimana anak-anak sedang hebohnya bermain hingga keluar dari arena bermain yang sudah anda alokasikan. Maka segera ikut terlibat dalam dunia itu dan giring mereka ke arena yang semestinya. Mungkin juga anda perlu belajar kreatifitas mengalihkan anak untuk hal baru yang lebih kecil dampaknya menganggu kebersihan dan kerapihan rumah.
Memang ada benarnya ungkapan bahwa rumah yang berpenghuni anak kecil dan berantakan adalah rumah yang ramah anak dan itu normal, sebaliknya rumah yng berpenghuni anak kecil namun senantiasa rapi adalah rumah yang memenjara kebebasan bermain anak. Namun, apapun itu semua jangan menjadi pembenaran dan mematikan semangat anda untuk menjaga kebersihan dan kerapihan rumah.
Demikianlah beberapa tips yang bisa anda lakukan sebagai ikhtiar mengatasi rumah yang selalu berantakan. Hidup ini harus terus berjalan, tentunya berjalan menuju perbaikan kualitas setiap harinya, lalu mengapa anda masih mau menundanya?
