Bernas.id – Seorang anak adalah titipan dari sang Khaliq. Apa yang diberikan oleh Allah swt haruslah kita syukuri karena bagaimanapun juga itu adalah anugerah. Dan anak memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ketika seorang anak dalam masa pertumbuhan dan perkembangan, terkadang mereka mengalami rasa minder, takut atau tidak percaya diri. Bahkan, sampai menginjak sekolah menengah atas pun masih banyak anak-anak yang kurang percaya akan kemampuannya. Untuk itu, para orang tua harus bisa memonitori sang anak sejak dini sejauh mana perkembangan dan pertumbuhannya. Jikalau memang adanya kurang percaya diri dalam keterbatasan para orang tua yang harusnya bertindak tegas untuk melalukan terapi khusus kepada sang anak. Karena yang namanya keterbatasan juga bukan alasan untuk anak tidak dapat berkembang. Keterbatasan bisa dilawan dengan beberapa cara di bawah ini:
1. Mengajak anak untuk mengenali dirinya sendiri
Latihlah anak untuk mengenali dirinya sendiri. Usahakan sejak dini dalam melatih. Mungkin saat bersantai atau saat Quality Time, dengan cara berinteraksi dengan anak melalui komunikasi ringan sang orang tua juga harus mengerti bagaimana ranah anak berjalan nantinya. Dengan adanya komunikasi ringan bertujuan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan sang anak. Ajak anak untuk bereksplorasi apa yang ada pada dirinya ataupun apa yang belum ia miliki guna dapat menumpuhkan percaya dirinya. Bimbing dirinya untuk dapat melihat mana kelebihannya dan kekurangannya.
2. Orang tua harus memiliki inovasi agar anak bisa bertumbuh dan berkembang dengan baik.
Karena di zaman sekarang sudah semakin canggih, mungkin para orang tua bisa mencari tahu melalui media masa bisa melalui internet atau majalah lain yang berkaitan dengan stimulasi anak. atau orang tua bisa langsung berkonsultasi dengan pakar anak.
3. Mengendalikan Lintasan-lintasan pikiran.
Lakukan sejak dini pada sang anak untuk mengatasi kurang percaya diri akan keterbatasannya. Karena membiarkan diri dikendalikan oleh lintasan-lintasan pikiran diri sendiri yang negatif akan membuat anak selalu merasa rendah diri. Contoh saja, mainannya si a lebih bagus dari ada mainanku, karyanya si A lebih bagus dari pada karyaku dan lain-lain. Oleh karena itu, perlu mengatasi rasa kurang percaya diri dengan cara mengendalikan lintasan-lintasan pikiran itu. Pada dasarnya diri sendirilah yang mampu mengarahkan dan mengontrol rasa kurang percaya diri. Untuk itu, jangan biarkan lintasan pikiran menjadi tidak terkontrol. Dan berusaha menyeimbangkan dengan pikirang-pikiran negatif,
3. Mencurahkan perhatian kepada sang anak.
Dalam kehidupan sehari-hari, interaksi dan komunikasi pada sang anak sangat penting. Sekecil apa pun perhatian orang tua terhadap anak, karena menjadi penting bagi pertumbuhan jiwanya. Perhatian akan membuat jiwanya menjadi kaya dan merasa dirinya dihargai dan dianggap penting. Dan salah satu bentuk orang tua agar anak percaya diri akan keterbatasannya dengan cara mendukung anak untuk bereksplorasi agar kreativitasnnya semikin berkembang. Lakukan pendekatan secara psikologis akan terjalin dengan berbagai aktivias dengan begitu, anak akan merasa nyaman, jiwanya stabil dan emosinya terkendali.
4. Memupuk keberanian dan Optimisme.
Lakukan pendekatan emosional dengan sang anak karena keberanian dan optimisme dalam diri anak tergantung dari pola asuh orang tuanya. Latih sang anak dengan memberikan tugas yang berhubungan dengan keberanian dan percaya diri. Tentunya, disesuaikan dengan tingkatan usia anak.
5. Berikan penguat dengan pujian.
Memberikan penguat dengan pujian adalah suatu penguat terhadap tingkah laku sang anak yang baik. Akan tetapi, orang tua juga harus mempertimbangkan bahwa tidak selalu pujian itu membawa dampak positif justru malah sebaliknya. Untuk itu, berikan pujian yang setimpal dan jangan berlebihan.
6. Mengembangkan bakat dan kreativitas.
Proses yang perlu dibina pada sang anak sejak dini untuk beraktivitas secara kreatif. Menggali dan memupuk bakat serta memberikan kesempatan sang anak untuk mengeksplorasikan apa yang ia inginkan. Selalu libatkan dalam segala bentuk kegiatan atau ajak selalu anak dalam segala urusan yang menyenangkan dan tidak membuat bosan anak.
7. Berikan dukungan baik secara moril atau motivasi anak untuk selalu berkembang.
Beri reward atau hadiah apabila anak mencapai keberhasilan atau kesuksesan tertentu, karena hadiah juga akan menjadi motivator yang kuat. Lakukan pendekatan yang membuat anak semakin nyaman dan mudah dihargai dengan orang tuanya. Fasilitasi anak jikalau anak membutuhkan dengan catatan orang tua harus melakukan pengawasan. Untuk itu, pendekatan orang tua dengan sang anak itu sangat penting dengan tujuan adanya keterbukaan anak dengan orang tua.
Demikian beberapa cara mestimulasikan rasa percaya diri anak dengan keterbatasannya. Karena menurut teori Thantaway (2005:87) percaya diri adalah kondisi mental seseorang yang memberikan keyakinan kuat pada dirinya untuk berbuat dalam melalukan suatu tindakan.
