Bernas.id – Seorang guru adalah perantara untuk menyalurkan ilmu kepada siswa. Namun, kunci sampainya ilmu kepada siswa tidak hanya terletak pada guru, melainkan juga terletak pada penerimaan siswa kepada guru tersebut. Jika siswa merasa tidak nyaman dan tidak menyukai sikap ataupun cara mengajar guru, ilmu yang disampaikan bisa jadi hanya akan mental dan tidak bisa dipahami dan diingat oleh siswa. Keadaan yang demikian, jika terus menerus terjadi tentu akan menghambat tercapainya tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, seorang guru perlu mencari cara agar diri dan materi yang diajarkan dapat diterima dan dipahami oleh siswa.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan konsep hypnoteaching. Hypnoteaching terdiri dari 2 elemen yang digabungkan secara bersama yaitu hypnosis dan teaching. Dengan kata lain hypnoteaching dapat diartikan sebagai proses mengajar dengan memasukkan teknik hypnosis yaitu memberikan sugesti-sugesti yang positif, sehingga siswa dapat merasa nyaman. Ketika dalam kondisi nyaman dan penuh ketertarikan, ilmu yang diajarkan akan mampu diterima dan tersimpan di ingatan alam bawah sadar.
Langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam mempraktikan teknik hypnoteaching ini yaitu:
1. Pacing
Pacing dapat diartikan sebagai proses penyelarasan baik kata, sikap antara guru dan siswa. Sebelum memulai kelas, guru perlu membuat suasana akrab dengan siswa. Selaraskan tema percakapan dengan mereka. Gunakan bahasa atau istilah-istilah yang sama dengan mereka. Tanyakan terlebih dahulu kabar mereka, kemudian dengarkan cerita mereka. Setelah itu, barulah guru membuka proses pembelajaran. Pacing tidak hanya dilakukan sebelum membuka kelas, tetapi juga dilakukan dalam proses penyampaian. Jadi sebelum masuk ke pembahasan setiap tema pembelajaran, selalu sertakan kalimat yang berfungsi sebagai pacing.
2. Leading
Setelah guru melakukan pacing yang berhasil, siswa akan merasa nyaman dan klik dengan guru. Jika keadaan tersebut tercapai, alam bawah sadarnya akan terbuka dan siap menerima materi. Dengan begitu kita akan mudah melakukan leading. Leading disini berarti memimpin atau mengarahkan yang inti sebenarnya adalah mengarahkan siswa untuk belajar.
Contoh pacing dan leading, misalnya, ?Assalamualaikum anak-anak. Apa kabar? Pasti luar biasa ya hari-harinya. Hari ini kita akan belajar materi yang sangat bermanfaat dan kalau kalian menguasainya, pasti akan membuat hari-hari kalian semakin luar biasa. Ya, untuk itu silakan keluarkan bukunya dan buka halaman 4.? Pada kalimat ke satu sampai ke empat, itu adalah pacing. Setelah pacing, kalimat ke lima baru kita melakukan leading. Dalam proses pembelajaran, juga dapat menggunakan metode cerita agar ilmu tersebut lebih mudah diserap oleh siswa.
3. Magical word
Satu hal penting dalam teknik hypnoteaching adalah penggunaan magical word atau kata positif. Mengapa penting? Kata dan kalimat positif akan memberikan sugesti yang baik kepada siswa, sehingga akan membuat siswa merasa nyaman dan mudah menerima guru dan pelajaran. Otak kita pun diprogram untuk merekam kata-kata positif. Kata-kata positif yang bisa diselipkan dalam proses pacing dan leading antara lain seperti luar biasa, semangat, kamu bisa, berani, terima kasih, tolong, dan lain-lain.
Itulah langkah-langkah yang bisa diterapkan oleh para guru. Semoga setelah dipraktikan, materi pelajaran dapat mampu diterima dan diingat oleh siswa.
