Bernas.id – ?Cinta yang tepat tak akan salah waktu, dengan usaha sepenuh hati agar tak kedatangan ia yang hanya akan pergi“
Bagi orang-orang yang sudah menemukan cintanya, ia dianggap anugerah dan sangat berharga. Namun, bagi mereka yang sepanjang hidupnya masih sendiri, cinta bisa saja menjadi beban dalam hati. Apalagi kala banyak nyinyiran terdengar, dari menanyakan tentang pasangan tak diakui negara hingga jodoh sah.
Layaknya seorang petani. Dia mengolah tanah, menyemai benih, memindahkan bibit ke pekarangan, merawat sepanjang waktu, hingga tepat pada waktunya akan panen. Seperti halnya seorang anak yang setiap hari selalu rajin belajar dan berusaha mengerjakan semua tugasnya dengan baik, pada waktunya nanti akan memahami dan bahkan juara di kelasnya.
Terdapat perjuangan untuk mendapatkan hasil yang baik. Perjuangannya yang tak bisa dianggap sebelah mata, seadanya ataupun menunggu tanpa usaha. Setiap hasil tak pernah mengkhianati proses. Begitu pula dalam proses mengelola rasa. Rasa yang terkadang menjadi kambing hitam sebab tak sesuai dengan kehendak. Cinta selalu datang tepat waktu, asalkan diperjuangkan dengan baik. Tidak bisa seseorang hanya berdiam diri dan pasrah menunggu jodoh yang akan datang.
Bergerak untuk menuju ia yang baik, bukan berarti mendekat kala belum sah. Tidak perlu menghabiskan waktu lama dalam alasan untuk mengenal. Banyak contoh yang memberikan hikmah kepada kita akan sebuah kepastian. Mereka yang mengenal lama dalam sebuah pacaran, tidak menjamin akan sampai pada jenjang pernikahan. Dan setelah menikah pun bukan lantas tidak ada lagi yang baru dari pasangan setelah pacaran bertahun-tahun, ketika mendekat dengan alasan untuk mengenal. Belum lagi kisah mereka yang sekian tahun menjalani kisah tak halal, dan kandas setelah sekian bulan menjalani kehidupan pernikahan.
Belajar dari mereka yang telah menikah. Ada banyak hal mengejutkan dari pasangannya walau telah melewati hampir setengah abad pernikahan. Mengenal dan memahami pasangan menjadi makanan sehari-hari untuk mereka. Dalam mengenal membutuhkan jiwa yang lapang untuk menerima, seperti halnya diri dengan banyak kekurangan. Sehingga bukan lagi tolok ukur seberapa lama kita mengenal dan dekat, tapi lebih bagaimana diri mampu menentukan apa saja yang harus ada dan lain hal untuk dapat memahami serta menerima.
Tidak akan ada hal yang datang secara terlambat jika kita sudah terlebih dahulu mulai berusaha. Menikmati setiap prosesnya dan bersabar sampai waktu-Nya Tuhan itu tiba. Saatnya sekarang untuk menggunakan waktu sebaik mungkin agar tidak ada lagi yang sia-sia dan merasa rugi akan hal tersebut.
Cinta selalu datang tepat waktu. Usaha saja dengan cara terbaik dan meminta Tuhan agar memberikan jodoh terbaik. Urusan hasil, biarlah Ia yang menentukan. Toh, memang Dia yang Maha Mengetahui segala rahasia.
