Bernas.id ? Layaknya di dunia nyata, etika bergaul dalam dunia maya pun harus diperhatikan. Lebih lagi, kita baru kenal dengan orang yang ingin diajak bicara. Namun, terkadang kita masih menemukan seseorang yang nyerocos begitu saja. Mengirim pesan tanpa salam sapa. Bahkan, ngiklan tanpa permisi! Ini bukannya membuat penerima pesan tertarik dengan iklannya, tetapi mungkin saja membuat mereka sebal.
Lantas, bagaimana caranya beretika dalam dunia maya? Berikut beberapa hal yang perlu kita perhatikan :
Mengucapkan Salam
Rakyat Indonesia terkenal dengan keramahtamahannya. Mereka saling sapa ketika bertemu dengan sanak keluarga, teman, bahkan orang yang baru dikenal dan yang tak dikenal. Karena itulah, budaya salam seakan telah mendaging dalam diri setiap manusia Indonesia. Nah, hal itu pun selayaknya juga dilakukan ketika kita berada di dunia maya. Jika ingin membicarakan sesuatu dengan siapa pun, hendaknya kita awali dengan salam pembuka. Selain menunjukkan sikap sopan, salam juga lebih mengakrabkan antara kita dengan lawan bicara.
Menggunakan Bahasa yang Sopan
Sudah pasti, saat berinteraksi di dunia maya, kita hendaknya menggunakan bahasa yang sopan. Siapa pun yang sedang berbincang pada kita akan merasa lebih dihargai ketika kita mengucapkan kalimat-kalimat yang baik.
Meminta Izin Ketika Ingin Mengiklankan Produk
Beriklan di dunia maya memang lebih mudah. Kita tinggal share status iklan atau japri seseorang untuk menawarkan produk kita. Namun, alangkah baiknya jika kita meminta izin dahulu sebelum beriklan, terutama jika harus lewat jalur pribadi. Apakah orang yang kita japri tersebut bersedia merespon atau tidak? Jika ia mengizinkan, baru kita share iklan yang hendak kita sampaikan.
Menggunakan Emoticon yang Lazim
Kalau di dunia nyata kita bisa langsung melihat ekspresi lawan bicara. Sedangkan di dunia maya tidak. Namun, tak perlu khawatir karena aplikasi-aplikasi media sosial saat ini sudah dilengkapi dengan emoticon. Fungsinya untuk mewakili bagaimana perasaan kita saat berbincang dengan lawan bicara. Namun, menggunakan emoticon juga nggak boleh sembarangan. Artinya, kita pun harus memperhatikan siapa lawan bicaranya. Teman, keluarga, ataukah atasan kita? Jangan sampai emoticon itu dipakai pada tempat yang salah. Misalnya, ketika berinteraksi dengan seseorang yang sudah menikah, khususnya lawan jenis, janganlah menggunakan emoticon yang love-love itu. Nanti dikiranya selingkuh dengan suami/istri orang.
Jika Ingin Berpamitan, Hendaknya Mengucap Salam Perpisahan
Kalau tadi ada salam pembuka, maka sekarang ada salam penutup. Selayaknya ketika kita bertamu di rumah orang lain, tentu kita harus berpamitan jika ingin pulang, bukan? Nah, dalam dunia maya pun begitu, akan lebih sopan jika kita membiasakan berpamitan dulu sebelum meninggalkan percakapan.
Nah, itulah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam bermedia sosial. Silakan dipraktikan.
