Bernas.id – Saat ini Indonesia sedang gencar membumikan gerakan literasi. Gerakan literasi ini muncul seiring dengan perkembangan arus globalisasi yang semakin melaju begitu cepat. Gerakan literasi mempunyai peranan penting untuk membantu generasi zaman now dalam menyaring informasi di era globalisasi saat ini, dalam hal ini gerakan literasi mempunyai peranan sebagai pendidikan pemahaman kepada masyarakat agar lebih cerdas menyikapi persoalan yang muncul.
Dalam makna yang lebih sederhana, literasi berhubungan erat kaitannya dengan aktivitas membaca dan menulis. Namun lebih dari itu, menurut Education Development Center (EDC) literasi juga mencakup kemampuan individu untuk menggunakan segenap potensi dan keterampilan yang dimiliki dalam hidupnya.
Baca juga: 51 Jenis Font Keren untuk Desain dan Menulis Buku 2021
Dalam pandangan islam sendiri, literasi mempunyai peranan penting dan telah ditekankan pula dalam Alquran. Literasi dalam hal membaca terdapat dalam surat pertama yang diturunkan yaitu QS. Al-Alaq dengan perintah Iqra (bacalah). Kemudian literasi dalam hal menulis teradapat dalam QS. Al-Qalam ayat 1, dengan terjemahan ayat “Nuun, Demi Pena dan apa yang di tuliskan.”
Dengan adanya wahyu Allah dalam perintah membaca dan menulis, artinya islam telah mengatur sedemikian rapi bagaimana peran literasi mampu membawa perubahan kepada peradaban yang lebih baik. Menurut kang Maman sebagai salah satu pelancong literasi menjelaskan bahwa tujuan dari gerakan pemberdayaan literasi adalah untuk mendidik, menguatkan, dan memperkaya cara pandang.
Sebagai seorang muslim sudah menjadi tugas kitalah untuk turut membudayakan gerakan literasi. dalam hal membaca kita harus lebih membuka cakrawala pemahaman kita, membaca tidak hanya berupa membaca kata namun juga membaca dunia. Seperti halnya yang dikatakan oleh Drg. Roger Farr (1984) “Raeding is the heart of education”. Dalam upaya pemberdayaan literasi membaca, bisa dimulai melalui penyaringan buku-buku berkualitas yang memberi manfaat dalam pendampingan mental dan teknis keterampilan pembaca yang akan memengaruhi proses pertumbuhan dan penerimaan pemahaman yang baik kepada pembaca.
Baca juga: Bagaimana Cara Membuat Teks Persuasif Sesuai Jenis dan Strukturnya?
Selain itu, gerakan literasi dalam hal menulis akan membantu mendidik kita untuk senantiasa bertumbuh dalam mengembangkan ide dan gagasan. Seperti halnya yang dijelaskan oleh Hernowo (2005) dalam bukunya “Mengikat Makna” menyebutkan bahwa menulis dapat membuat pikiran kita lebih tertata tentang topik yang kita tulis, membuat kita bisa merumuskan keadaan diri, mengikat dan mengonstruksi gagasan, mengefektifkan atau membuat kita memiliki sugesti (keyakinan/ pengaruh) positif, membuat kita semakin pandai memahami sesuatu (menajamkan pemahaman), meningkatkan daya ingat, membuat kita lebih mengenali diri kita sendiri, mengalirkan diri, membuang kotoran diri, merekam momen mengesankan yang kita alami, meninggalkan jejak pikiran yang sangat jelas, memfasihkan komunikasi, memperbanyak kosa-kata, membantu bekerjanya imajinasi, dan menyebarkan pengetahuan.
Demikianlah penjelasan mengapa sebaiknya kita menjadi generasi yang mempelajari dan membudayakan literasi, seperti halnya yang kembali dikatakan oleh kang Maman bahwa dunia literasi adalah kerelaan untuk membuka hati, mengosongkan prasangka, dan meluaskan pikiran.
Baca juga: Teks Eksplanasi Adalah Kalimat Penjelasan, Benarkah? Ini Pengertian dan Ciri-cirinya!
