Bernas.Id – Indonesia mengalami masalah peningkatan penyakit tidak menular. Data Kemenkes menunjukkan, pada tahun 2010 angka kematian banyak disebabkan oleh penyakit tidak menular seperti strok, jantung maupun diabetes. Tren menunjukan pada periode 1990-2015, kematian akibat penyakit tidak menular meningkat dari 37% menjadi 57%.
Meningkatnya penyakit tidak menular merupakan dampak dari pola hidup yang kurang sehat. Masyarakat Indonesia cenderung remeh terhadap kesehatannya sendiri seperti sebuah nasihat, ?Pada awalnya orang mengabaikan kesehatan demi mengejar uang, namun pada akhirnya orang akan mengabaikan uang demi mendapatkan kesehatan?. Nasihat tersebut menggambarkan bahwa orang cenderung enggan untuk memperhatikan kesehatannya. Jika sudah begitu upaya pencegahan pun menjadi kurang diminati.
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan pada tahun 2016 mencanangkan program ?GERMAS? atau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang dilakukan sebagai upaya promotif dan preventif dengan harapan agar masyarakat dapat berperilaku sehat, sehingga produktivitas ikut meningkat. Selain itu, tercipta pula lingkungan bersih yang akhirnya menurunkan angka kesakitan dan biaya yang dikeluarkan oleh masyarakat.
Germas terdiri dari 6 kegiatan meliputi: peningkatan aktivitas fisik, peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat, penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi, peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit, peningkatan kualitas hidup, dan peningkatan edukasi hidup sehat. Pada tahun 2016-2017, kegiatan germas difokuskan pada 3 hal yaitu melakukan aktivitas fisik 30 menit tiap hari, mengonsumsi sayur dan buah, serta memeriksa kesehatan secara berkala minimal 6 bulan sekali sebagai upaya deteksi dini penyakit. Nah, dipenghujung akhir tahun 2017 ini sudahkah 3 fokus kegiatan germas menjadi prioritas hidup Anda? Atau jangan-jangan malah belum mengetahuinya? Yuk kenali kembali 3 poin germas yang harus menjadi prioritas demi menjaga kesehatan kita
1. Aktivitas fisik
Aktivitas fisik 30 menit setiap hari menjadi salah satu fokus kegiatan germas di tahun 2017. Aktivitas fisik merupan segala aktivitas tubuh yang melibatkan otot rangka serta pengeluaran energi. Banyak orang memandang aktivitas fisik adalah kata lain dari olahraga, padahal aktivitas fisik memiliki makna yang lebih luas dari olahraga. Hal itulah yang membuat orang kadang enggan untuk melakukan aktivitas fisik karena berpendapat bahwa olahraga hanya bisa dilakukan ketika hari libur atau hari di luar jam kerja. Aktivitas fisik bisa dilakukan di mana saja, termasuk di kantor, di rumah bahkan di sekolah.
Melakukan peregangan setelah bekerja 2 jam pada posisi yang sama merupakan salah satu bentuk aktivitas fisik yang dapat dilakukan di tempat kerja atau di sekolah. Peregangan diperlukan untuk melenturkan kembali otot tubuh agar tetap bugar selama beraktifitas di kantor maupun di sekolah. Aktivitas fisik lainnya yang dapat dilakukan adalah dengan memilih menggunakan transportasi publik kemudian melanjutkannya dengan berjalan atau menggunakan sepeda saat pergi kantor maupun sekolah.
Selain itu bagi ibu rumah tangga, melalukan aktivitas seperi mencuci, menyapu dan berkebun juga termasuk ke dalam aktivitas fisik. Membatasi kegiatan yang menghabiskan waktu dengan duduk dan menggantinya dengan aktivitas berjalan, serta memperbanyak memanfaatkan kegiatan di ruang terbuka juga merupakan bentuk dari aktivitas fisik yang dapat dilakukan oleh semua kalangan umur. Aktivitas fisik yang dilakukan minimal 30 menit setiap hari akan membantu mengendalikan berat badan agar tetap ideal serta mengurangi risiko tekanan darah tinggi serta berbagai macam penyakit lainnya. Terhindarnya seseorang dari penyakit dapat meningkatkan produktivitas dalam berkarya dan bekerja yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian keluarga.
2. Konsumsi buah dan sayur
Pola hidup yang serba instan menyebabkan orang lebih memilih makanan yang rendah serat. Padahal serat memiliki banyak manfaat, penelitian menunjukan bahwa mengkonsumsi serat 10 gram setiap hari dapat menurunkan risiko kanker kolon hingga 10%. Selain itu, konsumsi serat juga dapat membantu menurunkan lemak dan gula darah. Panduan piring makan dapat digunakan untuk mengetahui komposisi gizi seimbang dari makanan yang akan kita makan. Panduan piring makan tersebut terdiri dari ½ piring makan untuk sayur dan buah, ¼ piring makan diisi protein dan sisanya ¼ piring dipenuhi dengan sumber karbohidrat. Konsumsi buah dan sayur berwarna merah seperti tomat, semangka, delima dan jambu biji merah sangat penting karena dapat menurunkan risiko terjadinya kanker dan penyakit jantung. Hal ini disebabkan buah dan sayur berwarna merah mengandung likopen, yaitu senyawa pigmen karotenoid dengan kemampuan antioksidan yang kuat.
Konsumsi gula yang berlebihan dapat meningkatkan resiko terjadinya diabetes, batas maksimal gula yang dikonsumsi tiap hari sebanyak 4 sendok. Tidak hanya gula, konsumsi garam juga perlu dibatasi, hal ini penting karena konsumsi garam dapat meningkatkan resiko hipertensi yang berdampak pada peningkatan risiko penyakit jantung koroner. Batas maksimal konsumsi garam setiap harinya sebanyak 1 sendok teh. Bagi Anda pecinta gorengan, perlu juga mengetahui bahwa lemak memiliki batas maksimal konsumsi sebanyak 5 sendok minyak setiap harinya. Batasan konsumsi gula, garam dan lemak dapat diingat dengan rumus G4G1L5. Kebutuhan tubuh akan air juga perlu diperhatikan. Konsumsi air putih 8 gelas setiap harinya untuk mencegah terjadinya dehidrasi dan bermanfaat memelihara kesehatan ginjal dan kantung kemih.
3. Pemeriksaan Kesehatan Secara Rutin
Kegiatan yang penting tapi sangat jarang dilakukan oleh masyarakat Indonesia adalah pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan dilakukan secara berkala maksmimal 6 bulan sekali. Pemeriksaan kesehatan yang perlu dilakukan meliputi berat dan tinggi badan, tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol darah, tes darah lengkap di laboratorium, ukur lingkar perut, serta untuk perempuan dapat melakukan deteksi dini kanker leher rahim. Bagi ibu hamil penting untuk memeriksakan kehamilannya secara rutin, serta bagi ibu yang memiliki balita harus memeriksa tumbuh kembang anak di posyandu setiap bulannya.
Itulah 3 fokus kegiatan germas yang menjadi prioritas di tahun ini, semoga kita semua bisa senantiasa mengutamakan upaya-upaya pencegahan penyakit sebagai salah satu bentuk syukur kepada Tuhan atas nikmatnya hidup kita.
