Bernas.id – Perkembangan ojek motor online saat ini sudah sangat signifikan. Pendapat ini didukung oleh satu provider ojek online bahwa jumlah driver Go-Jek hingga Maret 2017 telah berjumlah sekitar 250.000 pengemudi. Pernyataan ini disampaikan pada tanggal 10 Maret 2017 oleh Rindu Ragilia, PR Manager Go-Jek. Informasi tersebut, baru diperoleh dari satu provider ojek motor online, bagaimana dengan provider lainnya seperti Grab dan Uber serta provider lokal?
Dengan peningkatan jumlah pengemudi tersebut, tentunya para provider layanan ojek online tersebut telah mempersyaratkan agar pengemudi dalam menjalankan tugas memberikan kenyamanan yang maksimal kepada penumpangnya.
Walaupun begitu, ada beberapa kelakukan pengemudi ojek online yang membuat kesal penumpang seperti:
1. Angkat telepon saat ambil penumpang;
Saat penumpang buru-buru ingin sampai ke lokasi tujuan. Eh, tiba-tiba pengemudi minta ijin untuk menerima telepon dari hp-nya.. Kita sebagai penumpang serba salah. Umumnya akan mempersilakan pengemudi untuk menerima panggilan tersebut. Otomatis perjalanan akan tertunda beberapa menit.
Sebaiknya, provider menginsruksikan kepada para pengemudi apabila sedang membawa penumpang tidak diperbolehkan menerima telepon atau kepada keluarga dan handai taulannya, bila ada komunikasi agar dikirim via Whatsapp, Line ataupun SMS.
2. Minta waktu untuk mengisi bensin;
Ketika dalam perjalanan dan dekat SPBU (pom bensin), pengemudi minta ijin untuk isi bensin. Dengan alasan bensinnya sudah habis dan takut mogok di jalan. Mau tidak mau kita membolehkan untuk mengisi bensin. Karena tidak mau menanggung risiko mogok di perjalanan.
Disarankan kepada provider untuk mewajibkan pengemudi tidak boleh mengambil penumpang bila tangki bensin kosong.
3. Minta ijin pulang untuk mengambil STNK;
Ini benar-benar keterlaluan, jika pengemudi ojek online meminta waktu untuk mengambil STNK yang tertinggal. Terpaksa disetujui, mengingat perjalanan cukup jauh dan tidak menginginkan adanya hambatan di perjalanan. Dampaknya sampai kantor terlambat. Lumayan nih, perasaan penumpang jadi dongkol.
4. Menggunakan helm yang belakangnya agak lancip;
Provider perlu mengingatkan juga kepada para pengemudi untuk menggunakan helm standar. Karena bagian belakang helm pengemudi yang berbentuk agak lancip sangat berisiko, yakni saat motor direm, bibir penumpang atau bagian muka dapat terbentur pada sisi lancip helm tersebut.
5. Menjalankan motornya tersendat-sendat;
Ternyata tidak semua pengemudi yang memperoleh ijin untuk menggunakan jaket ojek online dapat mengemudikannya dengan baik. Kadang ditemukan pengemudi yang menjalankan motornya tersendat-sendat. Hal ini mengakibatkan mual bagi penumpang.
6. Ngebut atau tidak sabaran.
Secara umum pengemudi menjalankan kendaraannya dengan baik, tetapi kadangkala ditemukan pengemudi yang membawa motornya ngebut tanpa diminta oleh penumpang atau mengemudi motornya tidak sabaran alias 'grasah grusuh' (buru-buru) terutama saat lalu lintas macet.
Semoga ke depannya, pengemudi motor ojek online dapat lebih baik lagi dan penumpang tambah nyaman untuk menggunakan ojek online.
