Bernas.id – Neymar da Silva Santos Junior atau Neymar merupakan salah satu talenta muda pesepak bola yang dimiliki dunia saat ini. Pasalnya, pria kelahiran 5 Februari 1992 ini telah menunjukkan prestasi gemilang di usia yang masih sangat muda. Gaya permainan lapangan hijau yang konsisten, cepat dan enerjik membawa Neymar meraih gelar Pemain Terbaik Amerika Selatan pada tahun 2012, setelah berada di peringkat ketiga dua tahun sebelumnya. Pada tahun 2011, Neymar juga masuk nominasi Ballon d?Or, penghargaan yang diberikan FIFA bagi pesepak bola terbaik dunia.
Siapa sangka di balik kepiawaiannya menggembala bola, Neymar juga mencurahkan perhatian pada dunia sosial. Pesepak bola yang berkiprah di Paris Saint German, Barcelona dan Santos itu mendirikan lembaga amal bernama The Neymar Jr. Institute. Ia menyisihkan setidaknya Rp 100 juta setiap hari, dari sekitar Rp 4,8 miliar penghasilan yang ia terima setiap pekan, untuk membiayai kegiatan yayasan yang ia dirikan pada tahun 2014 itu. Selain itu, ia juga menggalang dana dari beberapa sponsor.
The Neymar Jr. Institute pada dasarnya bertujuan membantu anak-anak tidak mampu di Praia Grande, Sao Paulo, Brasil, tempat kelahiran Neymar. Caranya, dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan pelatihan yang bermanfaat, misalnya pelatihan olahraga, seni, komputer hingga kewirausahaan.
Menurut Neymar, berbagai kegiatan sosial tersebut sangat berarti baginya. Pasalnya, ia yang lahir di tengah keluarga miskin juga pernah menjalani kehidupan seperti anak-anak yang kini ia bantu. ?Saya lahir di sini dan saya tahu bagaimana keadaan anak-anak di sini. Seperti keadaan masa kecil saya, mereka tidak punya kesempatan. Yayasan ini adalah pintu yang memberikan kesempatan bagi mereka,? ungkap Neymar di website pribadinya, neymarofficial.com.
Mengentaskan Kemiskinan
Selain membantu anak-anak, The Neymar Jr. Institute juga membantu keluarga mereka lepas dari kemiskinan. Pada akhir Oktober lalu, lembaga tersebut, misalnya menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan bagi para orang tua anak-anak di Sao Paulo. Pelatihan yang diselenggarakan atas kerja sama dengan sebuah perguruan tinggi di Brasil itu tidak hanya bertujuan melatih orang tua memulai usaha kecil, tetapi juga melatih mereka mengelola keuangan keluarga, sehingga mampu mengentaskan diri dari kemiskinan.
Marcelo Leonardo, seorang pengajar dalam pelatihan tersebut mengatakan bahwa keluarga di Sao Paulo pada umumnya ingin keluar dari kemiskinan. Hanya saja, mereka tidak tahu bagaimana caranya. “Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memberikan pengetahuan kewirausahaan dan penting bagi para peserta mengetahui apa yang harus mereka lakukan,? ungkap Leonardo sebagaimana dikutip laman resmi The Neymar Jr. Institute, institutoneymarjr.org.br. ?Para peserta harus tahu bagaimana cara mencari modal yang akan diinvestasikan dalam usaha mereka,? tambahnya.
Sementara itu, André Luiz Souza, seorang profesor ekonomi keuangan yang juga mengajar dalam pelatihan ini mengatakan bahwa pelatihan terfokus pada cara pengelolaan usaha kecil. Selain itu diajarkan pula tentang apa saja yang harus disiapkan jika sebuah keluarga ingin membuka usaha kecil.
Peminat pelatihan ini juga cukup banyak. Salah satu peserta bernama Christiane de Souza Teixeira misalnya mengungkapkan bahwa saat itu bukan pertama kalinya ia mendaftar pelatihan yang diselenggarakan The Neymar Jr. Institute. Menurutnya, pelatihan seperti ini sangat bermanfaat. “Saya belajar banyak hal baik di The Neymar Jr. Institute seperti pemasaran pribadi dan hal-hal lain tentang kewirausahaan yang bisa membantu saya keluar dari kemiskinan,? pungkasnya.
