Bernas.id – Ada beberapa contoh aktris Hollywood yang tetap berkiprah di dunia lakon layar lebar hingga usia senja. Salah satunya adalah Diana Rigg. Nama perempuan kelahiran 20 Juli 1938 itu moncer setelah ia memerankan tokoh wanita dalam film James Bond pada 1960-an. Baru-baru ini ia melakonkan tokoh Lady Olenna Tyrell dalam serial laris, Game of Thrones.
Rigg memulai kariernya dengan memerankan tokoh Emma Peel dalam serial televisi The Avengers pada 1960-an. Dalam drama aksi komedi arahan Sidney Newman itu ia bermitra dengan Patrick Macnee yang memerankan tokoh John Steed, seorang mata-mata Inggris yang luar biasa. Keduanya adalah rekan dalam berbagai aksi dan petualangan menegangkan di film tersebut. Setelah serial The Avengers berakhir, Rigg melangkahkan kaki berkiprah di layar lebar. Ia memerankan tokoh Teresa 'Tracy' Draco dalam On Her Majesty?s Secret Service, salah satu film James Bond arahan Peter Hunt pada 1969.
Di film itu, Tracy adalah 'Gadis Bond' yang mengendarai Mercury Cougar, janda seorang mantan peramal yang tewas dalam kecelakaan mobil dan putri seorang bos penjahat musuh Bond, Marc-Ange Draco. Dari semua pemeran 'Gadis Bond', Tracy disebut sebagai salah satu yang paling menarik, memiliki latar belakang yang unik dan paling terlibat di dalam pengembangan cerita. Ia juga satu-satunya 'Gadis Bond' yang diceritakan menikah dengan agen rahasia itu.
Ia pertama kali bertemu dengan agen 007 itu di sebuah pantai. Saat itu, Tracy yang diceritakan tengah mengalami kekecewaan hidup yang berat berniat mengakhiri hidupnya. Namun, Bond menyelamatkannya. Singkat cerita, Tracy akhirnya tahu bahwa ia sedang dimanfaatkan oleh ayahnya untuk memikat Bond. Ia perlahan-lahan menyadari bahwa dirinya hanya korban keadaan. Tracy selalu siap melindungi Bond, ketika kekasihnya itu dalam bahaya. Ia pun terbunuh dalam menjalankan misinya itu.
Dua tahun setelah kesuksesan film James Bond, Rigg tampil dalam pertunjukan teater Broadway berjudul Aberald and Heloise. Meski mengantarkannya meraih Tony Award, penampilan Rigg di Aberald and Heloise tak pelak mengundang kritik. Ia dianggap tampil terlalu vulgar. Bahkan ada juga yang menganggap penampilannya itu sebagai skandal. Satu kritik paling keras misalnya datang dari kritikus sastra Amerika Serikat John Simon. Dalam sebuah komentarnya di New York Times, Simon mengatakan bahwa penampilan Rigg itu sangat buruk. Rigg menanggapinya dingin. Belakangan, ia bahkan menerbitkan sebuah buku berisi kumpulan ulasan negatif yang pernah ditulis kritikus mengenai penampilan aktor dan aktris. Buku itu dia beri judul 'No Turn Unstoned'.
Saat tidak membintangi aneka film Box Office, Rigg banyak membintangi teater dan serial televisi, baik di Amerika Serikat maupun di Inggris. Ia kerap memerankan karakter adaptasi dari novel-novel klasik. Satu di antaranya adalah sebagai 'Mother Superior' dalam film 'The Painted Veil' tahun 2006. Film arahan sutradara John Curran itu merupakan adaptasi novel W. Sumerset Maughan yang ditulis tahun 1925. Di sana, Rigg berperan bersama Sally Howkins, Toby Jones dan Edward Norton.
Tetap Berkarir di Usia Senja
Pada tahun 2010, Rigg mendapatkan kesempatan kembali berkiprah di dunia perfilman. Saat itu, David Benioff dan D.B. Weiss, mengundangnya terlibat dalam serial buatan mereka, Game of Thrones. Meski telah berusia 73 tahun, Rigg menyambut baik undangan itu. Ia menyanggupi berperan sebagai Lady Olenna Tyrell dalam serial yang ditayangkan di stasiun televisi HBO itu. Dalam serial yang diadaptasi dari novel George R.R. Martin itu, Lady Olenna Tyrell digambarkan sebagai seorang ratu yang kenyang asam garam dunia politik. Ia yang pemberani sekaligus licik, punya banyak cara supaya kekuasaan tetap berpihak kepadanya.
Dalam sebuah acara talkshow yang ditayangkan stasiun televisi BBC, Rigg bercerita tentang keterlibatannya dalam 'Game of Thrones' tersebut. Rigg mengaku, pada awalnya ia tidak menyadari bahwa ia akan terlibat dalam sebuah proyek besar, sebuah serial yang paling banyak ditonton saat ini. ?Saya tidak menyadari, saya terlibat dalam proyek yang sangat besar. Saya benar-benar tidak tahu,? ungkapnya dalam acara yang dipandu Stephen Sackur tersebut. Namun, terlepas dari itu, Rigg mengetahui bahwa ia mampu memerankan tokoh antagonis seperti Lady Olenna Tyrell dengan baik. ?(Lady Olenna Tyrell) sangat jahat. Dan saya sangat baik memerankan tokoh jahat,? selorohnya.
Saat ditanya mengenai apa rahasia Rigg, sehingga ia tetap antusias di usia yang sudah tidak muda lagi, ia menjawab 'keseimbangan hidup'. ?Saya memiliki hidup yang berkualitas, di luar kehidupan profesional saya sebagai aktris,? ungkapnya. Selain itu, menurutnya, lingkungan kerja dalam dunia film juga berperan baik. ?Saya bekerja dikelilingi anak-anak muda yang antusias. Itu membuat saya tetap antusias,? tambahnya
Peran Rigg dalam 'Game of Thrones' terbukti bukan peran sembarangan. The Telegraph menyebutnya sebagai peran yang cerdas. Penampilan Rigg dalam 'Game of Thrones' juga disebut sebagai yang paling kharismatik, ketimbang peran-peran sebelumnya.
