Bernas.id – Perempuan merupakan sosok yang diciptakan Tuhan untuk melengkapi kebahagiaan laki-laki. Menyandang gelar perempuan bukanlah hal mudah, karena seorang perempuan dituntut untuk serba bisa dalam berbagai bidang. Hal ini tak lepas dari peran perempuan sebagai madrasah utama bagi generasi penerusnya. Meskipun begitu, terlahir sebagai seorang perempuan adalah sebuah anugerah yang wajib disyukuri.
Dalam firman yang pertama kali diturunkan, Tuhan meminta kita untuk membaca. Membaca tidak hanya terbatas pada buku, melainkan juga membaca ciptaan Tuhan. Membaca tanda-tanda kebesaran Tuhan akan membuat kita merenungi hikmah dibalik segala penciptaan. Tak terkecuali membuat kita belajar mensyukuri takdir terlahir sebagai seorang perempuan. Hujan, adalah peristiwa alam yang sering kita temui. Hujan yang turun sebagai tanda rasa cinta Tuhan kepada umatnya dapat menjadi pembelajaran bagi para perempuan. Apa saja hikmah hujan yang bisa diteladani oleh perempuan, simak pembahasan berikut ini:
1. Turun sebagai berkah
Kita dilarang mencela hujan karena ia diturunkan sebagai salah satu berkah, sebagaiamana juga perempuan seperti sabda Rasulullah,
?Barang siapa diberikan cobaan dengan dikaruniai anak-anak perempuan lalu dia mendidiknya dengan baik maka mereka (anak-anak perempuan) akan menjadi pelindung baginya dari api neraka.”
Seorang perempuan dapat menjadi penolong untuk kedua orang tuanya maupun bagi suaminya. Syarat tersebut berlaku apabila seorang perempuan mengikuti syariat yang diperintahkan oleh Tuhan serta menjauhi apa yang dilarang. Jika kita sebagai perempuan memahami keberkahan ini, tentu kita akan berlomba untuk menjadi sebaik-baiknya perempuan agar kelak bisa membawa keluarga kita menjauh dari panasnya api neraka.
2. Menyejukkan
Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran). ?QS An Nahl : 65
Hujan diturunkan untuk menghijaukan bumi yang gersang, menumbuhkan berbagai macam pepohonan yang menyejukkan. Layaknya hujan, seorang perempuan diciptakan untuk menyejukkan dan menenangkan hati laki-laki. Masih ingatkah kita dengan peristiwa ketika Rasulullah menerima wahyu untuk pertama kalinya, Rasulullah gemetar ketakutan, Khadijah lah yang menenangkannya. Sebagai seorang perempuan begitulah seharusnya kita bersikap, mampu menggantikan kegersangan pasangannya dengan kesejukan yang menenangkan. Seperti hujan yang menumbuhkan beraneka tanaman, sebagai seorang perempuan kita juga seharusnya bisa menumbuhkan berbagai macam keberkahan dalam kehidupan khususnya bagi yang sudah berpasangan. Bagi yang belum berpasangan, kita bisa menjadi penyejuk bagi orang tua kita tentunya, dengan berbakti kepada keduanya, bersikap lembut serta tak lupa untuk mendoakannya.
3. Ikhlas
Ikhlas tanpa pernah diminta kembali oleh langit sebelum benar-benar bermanfaat, itulah hujan. Sebagian air hujan meresap ke dalam tanah dan batuan, yang kemudian menjadi sumber air bagi mahluk hidup. Hujan turun dengan memberikan kebahagiaan bagi siapa saja tanpa meminta imbalan. Perempuan harus menjadi seperti hujan yang ikhlas dalam segala kebaikan. Hujan memiliki sebuah siklus bernama siklus air, siklus inilah yang menyebabkan kebaikan hujan senantiasa mengalir, dan begitu pula seharusnya kebaikan yang dilakukan oleh perempuan. menjadi seorang perempuan seharusnya dapat mengalirkan kebaikan dengan ikhlas tanpa imbalan. Percayalah bahwa seperti hujan, aliran-aliran kebaikan yang dilakukan seorang perempuan akan kembali pada dirinya sendiri.
