Benas.id ? Saat ini kita tahu bahwa teknologi semakin hari semakin canggih. Semakin informasi mudah didapat, tinggal sekali ?klik? langsung muncul. Berbagai aplikasi smartphone bermunculan. Beberapa aplikasi yang cukup digandrungi masyarakat seperti whatsapp, line, Instagram, dan lainnya-semakin memudahkan orang untuk berkomunikasi.
Tidak heran jika saat ini banyak orang yang kecanduan dengan media sosial. Sedikit-sedikit update, syukur kalau yang di-share bermanfaat untuk banyak orang, nyatanya malah menimbulkan mudharat. Dan dengan bebasnya membagikan berita hoax, berkomentar, ketik ke sana-kemari hingga menimbulkan perdebatan. Bahkan mencaci, menghina, dan mem-bully pun bisa dilakukan di media sosial. Kalau dulu ada peribahasa, ?Mulutmu, harimaumu?. Mungkin sekarang lebih cocok jika diganti menjadi, ?Jarimu, harimaumu?.
Rasulullah shallallahu ?alaihi wa sallam bersabda, ?Barangsiapa yang meninggalkan perdebatan sementara ia berada di atas kebatilan, maka Allah akan bangunkan sebuah rumah baginya di pinggiran surga. Dan barangsiapa yang meninggalkan perdebatan padahal dia berada di atas kebenaran, maka Allah akan membangun sebuah rumah baginya di atas surga.? (Shahih at-Targib wat Tarhib, jilid 1, no. 138)
Tidak jarang pula kita juga sering mengghibahi orang lain dalam sebuah chatting-an, bahkan dalam satu chat group. Lebih parahnya lagi terdapat akun-akun khusus membicarakan orang yang sudah merambah ke sosial media. Tanpa berpikir panjang, kita malah asyik menikmatinya bahkan ikut berkomentar tanpa bertabayyun terlebih dahulu.
?Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.? (QS. Yasin: 65)
Tidak takutkah jika kelak jari-jari kita ini memberi persaksian kepada Allah di hari pengadilan nanti? Di saat mulut kita di kunci rapat, jari jemari kita memberi persaksian tentang apa yang kita kerjakan di dunia. Saat itu adalah hari di mana tidak ada satu pun yang bisa menolong kita, kecuali amalan kita.
Mulai sekarang, tahanlah jari kita dari untuk tidak menulis hal-hal yang buruk. Tulislah hal-hal yang bermanfaat yang bisa membawa pada kebaikan. Bukankah setiap kebaikan yang kita bagikan akan kembali pada diri kita sendiri? Semangat menebar kebaikan!
