YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Asosiasi Chief Engineer (ACE) Jogja Istimewa menyelenggarakan Seminar dan Gathering bertajuk “Engineering Smarter Building Better” di Tara Hotel, Tegalrejo, Yogyakarta pada Sabtu (16/5/2026).
Acara ini mempertemukan unsur pemerintah, pelaku usaha, asosiasi industri, akademisi, hingga mitra kerjasama untuk merumuskan kolaborasi strategis demi memperkuat industri dan pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) agar berkelanjutan, aman, dan berdaya saing tinggi.
Ketua ACE Jogja Istimewa, Nur Ahmat Abu Tofa, menegaskan bahwa tenaga teknik kini menjadi tulang punggung kemajuan pariwisata dan ekonomi daerah.
Baca Juga : Lepas Penat, Asosiasi Chief Engineer Jogja Istimewa Mancing Bareng
“Kualitas fasilitas, keamanan bangunan, efisiensi energi, hingga kenyamanan pengunjung sangat bergantung pada keahlian tenaga teknik di berbagai sektor,” ujarnya saat memberikan sambutan.
Ia juga menekankan, pentingnya dukungan pemerintah, kerjasama lintas asosiasi, akademisi, komunitas, serta mitra industri agar peran strategis tenaga teknik berjalan optimal.
Empat agenda utama yang diangkat dalam forum ini meliputi:
– Kerja sama dengan DPMPTSP DIY terkait peluang investasi dan kemudahan perizinan pariwisata.
– Sinergi lintas asosiasi seperti PHRI, IHGMA, IHKA, HHRMA, IHMA, dan UDM untuk penguatan SDM teknik, perhotelan, pendidikan, dan industri.
– Peningkatan standar kompetensi teknik dan penerapan efisiensi energi.
– Pembinaan generasi muda agar siap bersaing di era global.
Dukungan Pemerintah DIY
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DIY, Imam Praptanadi, mewakili Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyampaikan dukungan penuh pemerintah terhadap peran tenaga teknik.
Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan, ditegaskan bahwa sejarah peradaban manusia adalah sejarah rekayasa teknik, dari saluran air Romawi hingga infrastruktur modern.
“Kompetensi teknis saja tidak lagi cukup. Data World Economic Forum menyebutkan 44% keahlian profesional akan berubah dalam 5 tahun ke depan. Ini panggilan untuk berevolusi dan berinovasi,” ujar Imam membacakan pesan Gubernur DIY.
Gubernur DIY menekankan, bahwa insinyur ideal adalah mereka yang hadir sebelum diminta, mendeteksi kelemahan sebelum jadi bencana, dan mendengar keluhan masyarakat sebelum jadi konflik.
“Anda bukan sekadar pekerja teknis, tapi penjaga warisan yang membuka jalan bagi kemajuan,” lanjutnya.
Momentum Kolaborasi
Seminar ini juga diisi diskusi mendalam mengenai standar teknis, regulasi ketenagakerjaan, serta inovasi teknologi.
Baca Juga : Apa Itu AI Engineer, Tugas dan Skill yang Dibutuhkan
Nur Ahmat berharap forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan.
“Kami siap mendukung setiap program pembangunan daerah agar pariwisata dan industri semakin berkualitas, aman, dan berdaya saing tinggi,” ungkapnya.
Dengan semangat kebersamaan, ACE Jogja Istimewa meneguhkan komitmen sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan visi “Jogja Istimewa” yang berkelanjutan, modern, dan tetap berakar pada nilai budaya. (cdr)
