Bernas.id – Membuka usaha sendiri atau menjadi karyawan? Kedua hal itu yang terkadang membuat kebimbangan pada beberapa orang. Bahkan terkadang mereka melakukannya karena ikut-ikutan orang lain saja, padahal tidak sesuai kehendak hatinya. Hal itu yang membuat Anda bekerja dengan tidak mengunakan hati, sehingga hasilnya pun tidak sesuai yang diharapkan. Oleh sebab itu, Anda perlu memahami beberapa hal ini sebelum memutuskan untuk membuka usaha sendiri ataukah menjadi karyawan, berikut penjelasannya:
Membuka Usaha Sendiri (Wirausaha)
Sebelum Anda memutuskan untuk membuka usaha sendiri, maka pahami beberapa hal ini:
1. Membutuhkan Modal
Apakah membuka usaha sendiri membutuhkan modal? Tidak harus. Jika yang Anda bangun adalah usaha dalam skala besar maka modal sangat diperlukan. Tidak dimungkiri, modal adalah faktor utama yang membuat kebimbangan para calon pengusaha, mengapa? Karena terkadang modal besar membuat mereka mengurungkan niatnya untuk membuka usaha, padahal membuka usaha tidak harus mengeluarkan modal yang besar, bisa dimulai dalam skala kecil terlebih dahulu.
Jangan khawatir, jika Anda ingin membuka usaha dengan modal nol pun bisa di zaman now ini, benarkah? Benar, karena zaman sekarang ini banyak sarana untuk membuka usaha, yaitu dengan berjualan di media sosial, misalnya dengan dropship. Jadi, Anda tidak perlu memasok barang dan hanya menjualkan kemudian memesankan ke supplier Anda. Lain halnya jika Anda ingin mencontoh pengusaha sukses kakak beradik yang bernama Intan dan adiknya Atina. Mereka berawal dari modal nol rupiah yaitu dengan memfoto barang yang ingin dijual (produk jilbab) yang kemudian mereka memanfaatkan media online untuk memasarkannya dan setelah konsumen membayar barangnya yang dipesan barulah mereka membelikan barang tersebut, begitu seterusnya. Dan kini mereka sudah bisa memproduksi jilbab sendiri.
2. Tidak Harus Memiliki Keahlian Khusus
Membuka usaha tidak harus memiliki keahlian khusus, lho? Mengapa? Karena selama Anda mau berusaha maka hasilnya pun seperti apa yang telah diusahakan dan tetap harus mengembangkan ide guna membangun usaha yang lebih kreatif lagi. Bagaimana jika tidak ahli mengatur keuangan, pemasaran dan lain-lain? Hal itu bisa dilatih sedikit-sedikit. Kalau pun usaha Anda sudah besar maka bisa mencari karyawan sesuai apa yang Anda butuhkan.
3. Jangan Takut Gagal
Jika Anda serius untuk membuka usaha maka harus siap jika mengalami masalah misalnya gagal (rugi). Karena pengusaha sukses dan ternama seperti Bob Sadino pun pernah mengalami kegagalan, namun ia tidak putus asa hingga kini ia telah memiliki pabrik sosis dan daging (PT Kem Foods), agribisnis dengan sistem hidroponik (PT Kem Farms), dan supermarket (Kem Chick).
Karyawan
Berbeda dengan membuka usaha sendiri, untuk menjadi karyawan, maka Anda harus dapat memenuhi kriteria yang sudah diatur oleh perusahaan yang Anda inginkan, misalnya harus lulusan apa yang mereka butuhkan. Akan tetapi, tidak ada salahnya jika Anda memilih untuk menjadi karyawan karena kelebihan menjadi karyawan perusahaan adalah setiap bulan Anda akan memperoleh gaji tetap.
Lalu apakah karyawan tidak boleh menjadi pengusaha juga? Boleh dan bisa banget! Karena gaji yang Anda terima tiap bulannya bisa disisihkan untuk membuka usaha, lho. Pemasarannya pun tidak terlalu sulit karena pasti Anda sudah memiliki rekan di mana-mana.
Bagaimana? Sudah bisa menentukan jalan mana yang akan Anda pilih? Membuka usaha ataukah menjadi karyawan? Kedua hal itu tidak menjadi masalah. Kunci utamanya adalah fokus pada pilihan Anda, jangan mudah menyerah (jika gagal maka coba lagi, begitupun seterusnya), kembangkan kemampuan Anda, dan lakukan semuanya karena-Nya.