Bernas.id – Indonesia merupakan negara yang dilalui garis khatulistiwa dengan musim dan cuaca relatif stabil dan tanah yang subur sehingga berpeluang menjadi negara penghasil kopi di dunia.
Interaksi antara iklim, jenis tanah, varietas kopi, dan metode pengolahan membuat kopi Indonesia menjadi kopi yang paling menarik di indonesia dan luar negeri.
Selain itu potensi sumber daya lahan perkebunan kopi indonesia seluas 1,3 juta hektar, dan menopang kehidupan keluarga para petani sekitar 5 juta jiwa. Bahkan mampu memberi pasokan besar pada devisa negara.
Kopi Indonesia terkenal dengan karakteristik & cita rasa yang khas, sehingga membuat orang asing tertarik mengonsumsi kopi Indonesia. Apa saja jenisnya? Yuk baca pemaparannya!
1. Kopi Gayo
Kopi Gayo berasal dari Pegunungan Gayo, Aceh Tengah, Nanggroe Aceh Darussalam. Diproduksi sekitar 50.000 – 60.000 ton biji/tahunnya. Kopi ini memiliki kekentalan lebih ringan, keasaman seimbang, rasa cokelat, tembakau, asap, dan tanah yang khas.Tujuan ekspor ke eropa dan amerika serikat.
2. Kopi Mandailing (Mandheling)
Berasal dari wilayah Pegunungan Bukit Barisan, Sumatera Utara.Diproduksi sekitar 10.000 – 15.000 ton biji/tahumnya. Terkenal dengan kekentalan yang bagus, keasaman medium, rasa floral yang berakhir rasa manis. Sedangkan untuk tujuan produksinya adalah Amerika Serikat.
3. Kopi Jawa (java)
Berasal dari pulau jawa yaitu dari Pegunungan Ijen, Jawa Timur. Dan biasa diproduksi sekitar 3.000- 5.000 ton biji/tahun. Terkenal dengan cita rasa dari aroma yang bagus, kekentalan dan keasaman medium, rasa seimbang dengan rasa akhir herbal. Tujuan ekspor meliputi Eropa dan Amerika.
4. Kopi Kolasi
Berasal dari Enrekang, Sulawesi Selatan. Memproduksi sebesar 5.000 – 10.000 ton biji/tahun. Memiliki kekentalan yang bagus, keasaman rendah, rasa coklat dengan sedikit kesan jeruk. Sedangkan tujuan ekspor biasanya adalah Jepang, Eropa (Jerman), dan Amerika.
5. Kopi Kintamani
Kopi ini terkenal dari Pulau Dewata Bali tepatnya di Pegunungan Kintamani, Bali. Sebanyak 2.000 – 3.000 ton biji/tahun diproduksinya. Kopi ini memiliki biji yang besar, kekentalan dan keasaman medium, ada rasa jeruk (lemony) dan floral. Sedang tujuan ekspor ke Jepang, Arab, Australia, dan Eropa.
6. Kopi Baliem (Wamena)
Berasal dari Paniai dan Jayawijaya, Papua. Diproduksi sekitar 3.500 ton biji/tahun. Terkenal dengan rasa kekentalan yang tinggi, keasaman rendah, rasa cokelat dengan sentuhan tembakau yang khas. Tujuan ekspornya ke Amerika Serikat.
7. Kopi Bajawa Flores
Jelas berasal dari Pegunungan Flores, Nusa Tenggara Timur. Produksi sekitar 2.000 – 3.000 ton biji/tahun. Cita rasa yng khas dengan kekentalan tinggi dan keasaman rendah, rasa cokelat dan vanili dengan karamel yang alamiah. Tujuan ekspor ke Amerika Serikat.
8. Kopi Lintong
Berasal dari Pegunungan Bukit Barisan, Sumatera Utara. Jumlah produksi sekitar 30.000 – 40.000 ton biji/tahun. Terkenal dengan kekentalan yang bagus dan keasaman seimbang, rasa cokelat dan sedikit rasa rempah yang khas. Tujuan ekspor adalah Jepang dan Belanda.
9. Kopi Toraja
Berasal dari Pegunungan Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Dengan jumlah produksi sekitar 5.000 – 10.000 ton biji/tahun. Memiliki rasa harum, keasaman lebih tinggi dan cita rasa yang lezat. Sedangkan tujuan ekspor meliputi Jepang dan Amerika Serikat.
10. Kopi Priangan (Preanger)
Berasal dari Kota Cianjur, Jawa Barat. Mampu memproduksi sekitar 3.000 ton biji/tahun. Kekentalan dan keasaman medium di atas, rasa dominan cokelat dan rasa rempah diakhir. Tujuan ekspornya ke Belanda.
11. Kopi Luwak
Berasal dari Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan Tona Toraja. Dengan tujuan berbagai negara.
Seharusnya kita sebagai warga negara indonesia mengetahui prospek kopi di mancanegara yang sangat berpeluang bagi indonesia. Yakni mampu meningkatkan nilai devisa negara. Dan kita bisa mengembangkan peluang ini dengan meningkatkan pertumbuhan pada sektor agribisnis khususnya tanaman kopi. Semoga bermanfaat.
