Bernas.id ? Sebagai seorang pebisnis atau penjual, seringkali kita menemui kesulitan dalam berkomunikasi dengan konsumen. Baik di dalam pasar tradisional, toko, supermarket, atau saat bertemu person to person. Entah kesulitan itu berasal dari pelanggan, kondisi barang, tempat kerja atau dari diri Anda. Enjoy saja! Hal ini justru akan menambah pengetahuan dan meningkatkan kemampuan dalam pelayanan Anda.
Ada banyak tantangan yang terjadi dalam pelayanan kepada konsumen. Intinya, kita harus memudahkan cara kita berkomunikasi dengan konsumen. Jika komunikasi kita mudah dimengerti, maka mereka akan cepat bertransaksi. Secepat itu pula uang konsumen mengalir ke tangan Anda. Barang jualan Anda pun laku, laris manis. Begini contohnya:
Konsumen Turis Mancanegara
Pramuniaga: ?I am Siti. Can you speak Indonesian, Sir??
Turis: ?No. I can?t. Siti, I need a watch.?
Pramuniaga: ?Okay, please wait for a minute.?
Komunikasi terhadap pengunjung orang asing sebaiknya tanyakan dahulu kepadanya, ?Can you speak Indonesian language?? Bila dijawab ?yes, I can? maka gunakan bahasa Indonesia. Harus bangga dengan bahasa negeri sendiri, Indonesia.
Bila pengunjung menjawab ?No, I can?t speak Indonesia? maka gunakan bahasa mereka. Atau bila Anda tidak menguasai bahasa mereka, maka mintalah bantuan supervisor yang menguasai bahasanya.
Tingkat Kecerdasan Konsumen
Kecerdasan pelanggan pun berbeda-beda. Terkadang ada konsumen datang dari kalangan orang biasa, pendidikan rendah. Maka gunakan bahasa yang mereka mengerti. Jangan gunakan bahasa intelektual dengan mereka. Jelas nggak nyambung, Bro! Contohnya Si Tukang Sayur Keliling:
Wanita tua: ?Apakah ada bayam merah? Saya mau beli sepuluh ikat.?
Tukang Sayur: ?Ada, Nek. Ini bayam merahnya, semua masih bagus dan segar. Bayam merah ini mengandung zat yang baik untuk mengatasi anemia dan hypotensi.?
Wanita tua: ?Mas, maaf, itu artinya apa? yang mia dan ponsi??
Bila menemui pelanggan seperti ini, segera dengan rendah hati, hormat dan bijaksana Anda harus sampaikan penjelasannya. Tidak boleh mentertawakan, tanpa mimik menghina, tidak boleh menyalahkan. Ingat, pelanggan adalah raja!
Tukang Sayur: ?Mia dan ponsi, ya, Nek ? Baik, saya terangkan. Bukan mia, Nek, tapi a-ne-mi-a. Artinya kurang darah. Satunya lagi, bukan ponsi, tapi hy-po-ten-si, artinya tekanan darah rendah.?
Tukang Sayur harus mengulang kata yang tidak dimengerti konsumen, lalu menjelaskan arti sesungguhnya.
Konsumen Berbahasa Lokal
Komunikasi antara penjual dan pembeli yang sering menggunakan bahasa lokal terjadi di pasar tradisional.
Kang Paijo: ?Siti, ana glepung Rosbren?? (Siti, ada tepung Rosbren?)
Siti: ?Ana, Kang. Rak keloro sebelah kiwe.? (Ada, Bang. Rak kedua sebelah kiri)
Gunakan bahasa lokal setempat jika berada di pasar tradisional. Dengan demikian, percakapan akan lebih akrab dan konsumen merasa nyaman. Jika konsumen menggunakan bahasa daerah yang tidak dipahami, maka gunakanlah bahasa nasional (Indonesia). Biasanya konsumen seperti ini berasal dari luar daerah tersebut.
Konsumen Intelektual
Konsumen jenis ini biasa menggunakan teknologi dalam hal transaksinya. Kita sebagai penjual harus bisa mengikuti arus teknologi perkembangan zaman.
Si Bos: ?Saya akan bayar melalui transfer m-banking. Ada nomor rekening bank??
Juragan: ?Oh! Ada, Bos. Sebentar, saya kirim nomornya via japri ya, Bos.?
Nah, silakan Anda praktikkan!
