Bernas.id – Plagiasi merupakan kegiatan mengambil hasil karya orang lain, baik sebagian atau seluruhnya, dan diakui sebagai hasil pribadi. Individu yang melakukan plagiasi disebut sebagai plagiat. Beberapa kejadian di tahun 2017 mengungkap tentang dugaan plagiasi, dari Afi Nihaya, lalu film ‘Surat dari Praha’, hingga pidato Ibu Negara Amerika Serikat Melania Trump yang diduga plagiat karena mirip dengan pidato Michelle Obama. Sebenarnya, bagaimanakah seseorang dinyatakan sebagai plagiat dan bagaimana mengajarkan kepada anak supaya tidak plagiasi hasil karya orang lain?
Baca juga: 51 Jenis Font Keren untuk Desain dan Menulis Buku 2021
Batasan yang Jelas
Hal pertama yang harus diperhatikan adalah plagiasi memiliki batasan-batasan yang tidak bisa diganggu gugat, seperti mencontek dan menyalin seluruh karya dan hanya mengubah judul. Bahkan, mencontek tulisan teman di kelas dan hanya mengganti dengan nama lain pun termasuk plagiasi yang tidak bisa dimaafkan.
Parafrasa
Untuk menghindari plagiasi, anak harus diajarkan untuk mengutip yang benar. Mengutip pada dasarnya terdiri dari dua jenis, mengutip asli atau mengutip dengan parafrasa. Mengutip asli berarti memuat kembali sesuai versi asli, dan biasanya tidak boleh melebihi takaran tertentu dari sebuah hasil karya.
Misal, bila ingin menulis lagu, boleh mengambil maksimal delapan bar yang mirip dengan lagu orang lain. Membuat sebuah parafrasa pun harus hati-hati, karena bisa disisipi oleh pendapat pribadi, jangan sampai kutipan tersebut jauh dari makna aslinya.
Baca juga: Bagaimana Cara Membuat Teks Persuasif Sesuai Jenis dan Strukturnya?
Kreasi
Tahapan melatih kreasi anak memang pada awalnya dengan mencontoh hasil karya orang lain, hingga anak bisa membentuk referensi kreasi yang nantinya akan berkembang menjadi kreasinya sendiri. Seperti juga yang terjadi pada beberapa pelukis yang belajar kepada pelukis terkenal, biasanya memiliki sapuan teknik yang sama hingga sering dituduh plagiat.
Reward
Mengajarkan anak tidak plagiasi tentunya tidak hanya sekadar dengan peringatan dan pemanis di bibir saja. Sistem penghargaan pun harus dibuat yang mendukung anak berani mengajukan idenya sendiri, yang jauh berbeda dengan referensi yang sudah pernah diketahuinya.
Selain itu, beri contoh juga bagaimana mereka yang melakukan plagiasi mendapat konsekuensi sosial, dengan adanya perundungan (bullying) di media sosial dan integritas yang jatuh tidak dipercaya lagi oleh masyarakat.
Baca Juga: AI Powered SEO, Strategi Cerdas Optimalkan Bisnis Dibantu Google
Rekomendasi Perguruan Tinggi Kewirausahaan & Teknologi
Sebagai tambahan informasi untuk yang sedang mencari referensi kampus berkelas; UNMAHA menawarkan berbagai program studi, seperti Manajemen, Akuntansi, Teknik Industri, Informatika, Sistem Informasi, dan Perhotelan. Raih masa depan dengan mendaftar Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Hubungi langsung melalui WhatsApp di nomor resmi UNMAHA, dan dapatkan respons cepat serta informasi akurat.
Peluang Bisnis Menarik Sambil Kuliah
Kuliah sambil berbisnis bukan lagi impian. Menjadi reseller laptop adalah solusi cerdas untuk mendapatkan penghasilan tambahan tanpa mengganggu jadwal akademik. Dengan bergabung di Adolo, peluang meraih keuntungan terbuka lebar. Selain itu, Universitas Mahakarya Asia juga telah membuka kesempatan bagi Anda yang ingin mendapat beasiswa berupa gratis pembayaran SPP kuliah.***5
