Bernas.id – Wow, pelakor! Satu kata ini belakangan menjadi viral, karena semakin banyaknya kasus pelakor yang terjadi di sekitar kita. Ya, pelakor atau perebut suami orang yaitu sebuah istilah yang disematkan oleh seseorang wanita yang mengambil hati, perhatian bahkan secara fisik suami orang.
Marilah kita belajar dari sebuah kisah ini. Fulanah adalah seorang perempuan ideal di mata keluarga dan teman-temannya. Betapa beruntungnya dia karena selain cantik, pintar juga mempunyai keluarga yang harmonis. Suaminya adalah laki-laki sholeh, yang sangat tekun beribadah. Kedekatan sang suami pada anak-anaknya pun patut diacungi jempol. Sepulang kantor dan weekend, sang suami lebih senang menghabiskan waktu bersama istri tercinta dan anak-anaknya. Potret keluarga ideal, sebuah istilah yang layak disematkan pada keluarga ini.
Dukungan doa dan support dari sang istrilah yang kemudian membuat karir sang suami di kantor cemerlang. Hingga kemudian sang suami mendapat jabatan penting di daerah lain. Awalnya sang suami meminta sang istri dan anak-anak ikut boyongan. Tapi sang istri memberikan masukan agar suaminya yang pulang rutin atau nantinya sang istri dan anak-anak yang akan berkunjung saat liburan. Setelah dimusyawarahkan, mereka memutuskan untuk menjalani LDR ini. Ya, diawal suaminya masih rajin pulang dan rajin telepon untuk memantau keadaan rumah.
Sang istri mulai merasakan perubahan pada suaminya. Yang biasanya setiap harinya beberapa kali telepon untuk berbicara dengan dirinya maupun untuk melepas kangen dengan anak-anaknya, belakangan jarang dilakukan. Ketika sang istri mempertanyakan, dijawabnya ternyata karena banyak kesibukan di kantor. Pun saat jadwal pulang ke rumah juga menjadi jarang, dengan alasan yang sama banyak pekerjaan sehingga tidak bisa pulang sesering sebelumnya. Beberapa kejadian kemudian ini kemudian menimbulkan tanda tanya besar bagi fulanah. Dan belakangan yang membuat fulanah curiga, karena saat menerima telepon biasanya suaminya santai berada di dekat istri, tetapi terlihat panik dan menjauh agar tidak terdengar.
Fulanah ini menyesal dikemudian hari setelah semua kejadian mengerikan dialaminya. Dia luput dan mengaku salah tidak menjaga suaminya dengan baik. Suaminya yang tipe manja, yang biasanya semua kebutuhannya diperhatikan oleh ibunya, kemudian dilanjutkan dipenuhi istrinya ini mengalami ?masa terabaikan?. Berawal dari dibagi makanan oleh staf kantornya, akhirnya berlanjut dengan kedekatan sebagai teman ngobrolnya dan semakin jauh menjadi pemerhati kebutuhan yang selama ini tidak ada yang memperhatikan. Semua ini terjawab saat fulanah melakukan konfirmasi terhadap pesan di handphone suaminya yang terbaca. Akhirnya sang suami mengakui, bahwa dia sudah menikahi stafnya yang kebetulan masih gadis itu. Penyesalan fulanah pun sudah tidak ada artinya. Sebenarnya dia mengenal bahwa suaminya tipe suami yang manja, yang apa-apa minta disiapkan istri. Sang istri berpikir, bahwa dengan LDR maka suaminya akan lebih mendiri dan berkurang kemanjaannya. Ternyata salah besar, sang suami bukan yang bisa mudah merubah kebiasaan manjanya ke pribadi yang mandiri.
Situasi LDR tidaknya ini sering dihadapi oleh pasangan suami istri, saat di mana salah satu darinya terikat kerja di sebuah instansi yang mengharuskan adanya mutasi secara periodik. Apapun keputusan yang kalian ambil, mau LDR-an maupun mau ikut berhijrah di mana suami mencari nafkah, satu hal yang perlu kalian perhatikan. Kenali sepenuhnya sifat, karakter dan tipe suami.
