Bernas.id ? Masyarakat individual merupakan gaya baru di kalangan masyarakat modern. Masyarakat individual ini memiliki berbagai macam ciri-ciri seperti berkurangnya rasa peduli antarsesama manusia, kemudian terlampau asyik dengan dunianya sendiri. Biasanya akan asyik bermain gadget dan tidak mempedulikan lingkungan sekitar.
Kecanggihan teknologi, instan dan cepatnya jangkauan pada berbagai hal dalam kehidupan menjadikan seseorang mulai memilki rasa individual yang cukup tinggi. Apalagi jika hidup di lingkungan seperti perkantoran. Manusia akan dituntut memiliki kredibilitas yang tinggi. Bahkan kesempatan untuk berkomunikasi secara langsung akan berkurang, masyarakat mulai beralih pada komunikasi tidak langsung melalui sosial media.
Lambat laun tentunya ?virus? ini mulai masuk pada lingkungan keluarga. Apalagi jika dalam keluarga yang memegang peranan penting, seperti orang tua, memiliki latar belakang sebagai pekerja kantoran yang dituntut harus tepat waktu setiap paginya dan mampu memanajemen waktu dengan baik.
Kebiasaan yang ada di kantor atau lingkungan kerja tidak jarang akan terbawa pada lingkungan keluarga. Namun, tidak semua kebiasaan yang ada di lingkungan kerja harus di bawa pada lingkungan keluarga. Mengapa? Lingkungan keluarga merupakan tempat ternyaman dan memupuk kebersamaan dengan baik yang nantinya berpengaruh pada masa depan anak. Jangan sampai kebiasaan kecil yang diterapkan pada anak akan menumbuhkan rasa individual dan kurangnya kepedulian terhadap anggota keluarga lainnya. Seperti hal di bawah ini jika Anda terapkan pada keluarga, dampaknya akan mengurangi rasa kepekaan pada anak.
Kamar Mandi Pribadi
Secara efisiensi waktu, menyediakan kamar mandi pribadi pada setiap sudut kamar memang sangat bermanfaat. Apalagi ketika pagi hari harus mengantri bergantian ke kamar mandi sebelum berangkat bekerja maupun berangkat sekolah. Berbeda dengan menggunakan kamar mandi secara bersamaan. Setiap anggota keluarga akan memiliki waktu di kamar mandi secara terbatas, tidak bisa berlama-lama, bahkan harus siap dipanggil-panggil jika tak kunjung keluar. Hal inilah yang bisa dipelajari dengan menggunakan kamar mandi secara bergantian dengan anggota keluarga lainnya. Akan tumbuh rasa peduli pada anak, memanfaatkan kamar mandi dengan baik, bahkan toleransi dan tanggung jawab akan tumbuh dengan sendirinya. Selain itu, hal yang terpenting lainnya adalah komunikasi antar anggota keluarga akan berlangsung lebih intens.
Meninggalkan Kebiasaan Makan Bersama
Makan bersama keluarga, yang terlihat sepele namun dampaknya cukup besar. Kebiasaan makan bersama ini selain bermanfaat untuk menambah selera makan, ada banyak hal lain yang bisa dipelajari. Satu poin yang terlihat seperti komunikasi yang terjalin akan semakin baik, pembentukan karakter kebersamaan antar anggota keluarga dan tentunya rasa saling berbagi dan mengerti karakter satu sama lain melalui kebiasaan makan.
Tidak Berpamitan
Ketika akan berangkat bekerja ataupun berangkat ke sekolah atau bepergian membiasakan berpamitan pada anggota keluarga yang lainnya merupakan hal penting. Melalui berpamitan ini akan tumbuh rasa menghargai dan dianggap keberadaannya ada dan berharga. Tidak hanya yang lebih muda yang wajib berpamitan pada anggota keluarga yang lebih tua. Melainkan keduanya memiliki kewajiban yang sama, yang tua pun harus mengayomi dengan memberi contoh selalu berpamitan pada yang lebih tua ketika hendak berpergian.
Itulah hal-hal kecil yang terkadang tidak disadari, namun melalui pembiasaan kecil itu karakter seorang anak akan terbentuk dengan baik.
