Bernas.id ? Tak ada rotan, akar pun jadi. Jika perban dan obat luka tidak cukup manjur untuk mengobati luka, maka menggunakan kulit ikan pun tidak masalah. Bahkan kulit ikan ternyata malah terbukti lebih manjur untuk menyembuhkan luka bakar stadium parah.
Hal itulah yang disaksikan langsung oleh Jamie Peyton. Pakar hewan dari Universitas California tersebut bulan lalu menemukan beruang yang berhasil selamat dari kebakaran hutan di AS, namun menderita luka bakar yang parah. Saking parahnya, kedua beruang tersebut tidak bisa lagi berdiri akibat terlalu kesakitan.
Peyton yang sebelum ini pernah menangani luka bakar pada anjing dan kucing memperkirakan kalau kedua beruang malang tadi memerlukan waktu hingga enam bulan untuk sembuh. Permasalahannya adalah salah satu beruang tersebut tengah berada dalam kondisi hamil. Jika bayinya lahir saat induknya masih terluka, sang induk dikhawatirkan tidak akan mau merawat bayinya sendiri.
Peyton lantas memutar otak untuk mencari solusi permasalahan ini. Ia pun teringat kalau tahun lalu, sekelompok ilmuwan di Brazil menggunakan kulit ikan nila untuk membantu mengobati luka bakar stadium parah. Peyton lantas menggunakan metode tersebut untuk pasien berbulunya ini.
Alasan lain mengapa Peyton menggunakan kulit nila sebagai perban pada beruang adalah kulit nila tidak akan meracuni sang beruang jika pasiennya tersebut memakan kulit ikan yang ditambalkan padanya. Kulit nila juga bisa bertahan selama beberapa hari dan tidak menimbulkan rasa sakit ketika dicabut.
Hasilnya sungguh memuaskan. Saat beruang tersebut kembali siuman usai dibius dan dipasangi perban kulit ikan, mereka sudah bisa berjalan-jalan ? sebuah pertanda kalau rasa sakit yang mereka alami sudah berkurang. Tanggal 17 Januari, kedua beruang tersebut sudah dilepas kembali ke alam liar dengan perban kulit ikan yang masih terpasang pada cakarnya.
Petugas satwa liar juga sudah memasang kamera pengawas di lokasi dilepasnya beruang tadi. Mereka memperkirakan bahwa hanya dalam kurun waktu beberapa pekan mendatang, salah satu bekas pasien mereka sudah melahirkan bayinya. Kepada The Washington Post, Peyton menyatakan kalau dirinya berencana menerapkan metode terapi kulit ikan ini untuk mengobati hewan-hewan peliharaan.
