Bernas.id – Seperti yang diungkapkan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, bahwa fenomena gerhana bulan langka akan terjadi pada tanggal 31 Januari 2018. Berdasarkan prediksi, gerhana bulan total akan menghiasi langit Indonesia kurang lebih selama 3 jam 23 menit.
Dikatakan sebagai fenomena langka, karena gerhana bulan total yang terjadi akan bersamaan dengan peristiwa Supermoon. Apa itu? Yaitu sebuah fenomena di mana posisi bulan penuh tersebut berada sangat dekat dengan bumi.
Fenomena langka ini tentu sebagai tanda kebesaran Allah Swt. Kita, terkhusus umat muslim hendaknya menghadapi fenomena ini dengan melakukan beberapa sunah yang dianjurkan kala terjadi peristiwa gerhana, yakni dengan melakukan salat gerhana sebanyak dua rakaat dan berdoa. Sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Aisyah ra. Bahwa Nabi Muhammad Saw bersabda, ?Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua macam tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah Swt. Terjadinya gerhana matahari atau bulan, bukanlah karena kematian seseorang atau kehidupannya. Maka, jika kamu melihatnya, berdoalah kepada Allah Swt, bertakbirlah, bersedekahlah, serta bershalatlah.?
Untuk melakukan salat gerhana (kusuf), bisa dilakukan di rumah atau pun masjid juga bisa munfarid/sendirian, tapi sangat dianjurkan untuk salat berjamaah. Kedatangan gerhana bulan yang langka ini tentu harus disambut dengan hal-hal positif sebagai rasa syukur terhadap fenomena alam yang merupakan tanda kebesaran Allah Swt.
