Bernas.id ? Lingkungan mempunyai dampak besar bagi penderita diabetes. Jika merunut hasil survey yang diikuti oleh 15.308 responden yang merupakan pasien diabetes, mereka yang berada di lingkungan yang tidak sehat dapat menyebabkan perkembangan diabetes ke arah yang buruk.
Dari hasil survei yang dirilis pada awal tahun 2018 tersebut, kita dapat melihat sejauh mana tempat tinggal berpengaruh pada penyakit yang diderita dr. Sonia Wibisono selaku praktisi kesehatan menyebutkan bila kondisi lingkungan yang tidak sehat bisa memicu stres yang makin memperburuk kondisi si penderita.
Menurut dokter cantik tersebut, stres akan menyebabkan kelenjar pituari di dalam otak yang mengurangi produksi hormon serotonin.
?Serotonin ialah hormon yang sangat kompleks dengan banyak tugas, sepertinya mengatur mood, mempengaruhi kelenjar pankreas mengeluarkan insulin dan lain-lain,? ucap Sonia Wibisono.
?Karena saat stres produksi serotonin berkurang, maka kemampuannya untuk meningkatkan produksi insulin berkurang, akibatnya hormon insulin pun minim,? tambahnya.
Insulin merupakan hormon yang diproduksi pankreas agar mengatur atau menurunkan kadar glukosa di dalam darah, caranya mendukung glukosa yang masuk ke dalam sel yang memerlukan glukosa supaya dapat bertahan hidup.
?Sederhananya, insulin membuat kadar gula darah seseorang stabil. Nah, saat kita stres, hormon serotonin diproduksi dalam jumlah sedikit, insulin otomatis berkurang, dan ini mengurangi kemampuannya menetralisir gula darah. Karena darah kekurangan pasokan insulin, glukosa darah akan tetap berada pada aliran darah tanpa bisa memasuki dinding sel, maka terjadilah kenaikan gula darah,? ucapnya dia.
Untuk mencegah stress sebaiknya melakukan berberapa hal yang positif serta ikhlas, engerjakan berbagai kegiatan yang dapat membuat gembira. Contohnya adalah olahraga, elakukan hobi yang disukai, dapat bergaul dengan teman dan mengerjakan berbagai aktivitas yang sangat dekat dengan alam.
Untuk lebih jelasnya, yuk lihat cara-cara mencegah diabetes sesuai lansiran dari halosehat di bawah ini.
1. Aktif beraktivitas
Tidak sering beraktivitas fisik malah dapat meningkatkan kadar gula yang ada di dalam darah. Oleh karena itu, dengan aktif bergerak malah mengurangi kadar gula di dalam darah dan bisa meningkatkan sensitivitas insulin. Aktivitas kecil yang dapat dilakukan adalah berjalan kaki. Berdasarkan penelitian, berjalan kaki dapat mengurangi risiko diabetes mencapai 30%.
2. Wajib sarapan
Kebiasaan yang dapat membuat diabetes adalah malas sarapan. Jangan pernah lagi menyepelekan sarapan. Dari penelitian memperlihatkan bila seseorang yang rutin sarapan mempunyai kadar gula yang lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang sarapan.
3. Makanan sehat
Nasi putih, kentang dan roti tawar putih dapat meningkatkan kadar gula yang ada di dalam darah. Jenis makanan tersebut mempunyai kandungan karbohidrat yang sederhana sehingga sangat gampang enjadi glukosa yang ada di dalam tubuh. Jika sudah begini, mengonsumsi makanan tersebut malah dapat meningkat darah dengan cepat. Supaya bisa memenuhi kebutuhaan karbohidrat harian, sebaiknya konsumsilah gandum serta biji-bijian.
4. Mengonsumsi buah dan sayur
Mengonsusi buah dan sayur jelas dapat memberikan manfaat untuk tubuh. Bukan hanya dapat meningkatkan metabolisme tubuh, gula darah pun dapat terjaga dengan baik. Jika memasukkan 2 jenis makanan itu dalam menu sehat, kerusakan pembuluh darah pun dapat dihindari.
5. Mengonsumsi kayu manis
Walapun belum terdapat penelitian yang valid memperlihatkan jika kayu manis bisa encegah diabetes, tetapi banyak yang menunjukkan jika mengonsusi kayu manis bisa mengurangi kadar gula di dala darah. Tak sedikit ahli diabetes yang menyarankan bila asupan kayu manis yang dikonsumsi setiap hari dapat mencegah penyakit diabetes.
Itulah beberapa informasi tentang pencegahan diabetes. Hidup sehat memang penting jadi jangan pernah remehkannya. Happy Healthy Life!
