Bernas.id ? Rasa malas sering datang mengganggu bahkan di saat diri ini sedang ingin rajin-rajinnya. Malas dalam porsi yang sedikit adalah hal yang wajar, lain halnya ketika rasa malas itu sudah berlebihan, misalnya seharian ingin tidur-tiduran di kasur tanpa ingin beraktivitas apa pun, tentu ini tidak baik bagi diri kita karena akan mengganggu aktivitas yang lainnya.
Sering kali rasa malas ini membuat kita lemah dan tak berdaya karena terlalu nyaman dengan keadaan memanjakan diri lalu bermalas-malasan. Rasa malas yang berlebihan ini tidak boleh kita manjakan, kita harus berjuang melawannya. Karena rasa malas ini akan mendatangkan banyak kerugian. Salah satunya adalah membuat kita semakin jauh dengan mimpi-mimpi yang kita dambakan.
Setiap rasa malas yang datang, seharusya bisa disikapi dengan cara yang bijak. Jangan sampai kita larut di dalamnya. Bila tidak ingin masa depan buruk maka mulailah dari sekarang untuk melawan rasa malas itu dengan semangat juang dan rajin. Sebab rajin adalah harga mati bagi siapa pun yang ingin sukses.
Terutama bila kita ingin sukses menjadi pemimpin. Menjadi pemimpin tentu tidak boleh membiarkan dirinya untuk terus larut dalam rasa malas. Pemimpin harus bisa menjadi panutan bagi banyak orang. Sebab pemimpin yang baik adalah teladan bagi bawahannya.
Tapi sebelum menjadi pemimpin untuk orang banyak, kita harus bisa terlebih dahulu untuk memimpin diri kita sendiri. Karena bila kita tidak bisa memimpin diri sendiri, kita tidak akan bisa menjadi pemimpin untuk orang banyak. Jadilah pemimpin untuk diri sendiri terlebih dahulu dengan begitu bila Allah mengizinkan suatu saat kita pasti akan menjadi pemimpin yang baik. Sadari bahwa kita tidak bisa mencapai apa pun yang kita inginkan bila kita tidak berusaha untuk dapatkan. Ubahlah diri sendiri agar tidak malas lagi. Dengan mengubah diri kita maka akan berubahlah kehidupan kita.
