Bernas.Id- Hari gizi nasional diperingati setiap tahunnya tanggal 25 Januari. Bersama membangun gizi menuju bangsa sehat dan berprestasi menjadi tema besar peringatan hari gizi nasional yang ke 58. Tema ini dipilih karena berkaitan erat dengan tingginya angka stunting di Indonesia. Global Nutrition Report pada tahun 2014 menyebutkan bahwa Indonesia termasuk 17 dari 117 negara yang memiliki 3 masalah gizi serius salah satu di antaranya adalah stunting. Prevalensi stunting pada tahun 2014 sebesar 32,9 persen, sedangkan pada tahun 2016 jumlahnya sudah mulai menurun menjadi 26,1 persen atau sebesar 9 juta anak mengalami stunting. Capaian tersebut masih jauh dari target prevalensi stunting pada tahun 2019 yaitu sebesar 28 persen. Peringatan hari gizi nasional merupakan momen yang tepat untuk mengenalkan masyarakat pada pencegahan stunting.
Stunting merupakan kondisi di mana tinggi badan anak lebih pendek dibanding tinggi badan normal anak seusianya. Stunting tidak disebabkan oleh faktor genetik, melainkan faktor asupan gizi sejak periode awal pertumbuhan dan perkembangan janin, yang kemudian dikenal dengan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Jika kebutuhan gizi anak pada 1000 hari pertama kehidupan tidak terpenuhi dengan baik maka dampaknya yang terjadi pada anak bukan hanya stunting, melainkan juga daya tahan tubuh menjadi tidak optimal, perkembangan kognitif mengalami keterlambatan sehingga anak stunting cenderung memiliki kecerdasan yang lebih rendah dibanding teman-teman seusianya. Selain itu, juga dapat meningkatkan risiko terjadinya obesitas dan penyakit degeneratif saat dewasa. Stunting juga dapat menyebabkan penurunan kualitas generasi bangsa pada masa mendatang.
Para ekonom dunia yang telah berkumpul dalam The Copenhagen Consensus Tahun 2012 percaya bahwa investasi untuk perbaikan status gizi penduduk merupakan cara yang paling cerdas untuk menghadapi tantangan utama dunia. Hal inilah yang juga dilakukan oleh pemerintah Indonesia dengan melakukan investasi gizi sebesar 60 trilliun untuk program percepatan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan untuk mengatasi permasalahan stunting.
Periode emas atau 1000 hari pertama kehidupan dimulai sejak hari pertama konsepsi hingga anak berusia 2 tahun. Perbaikan gizi harus diprioritaskan pada 270 hari selama masa kehamilan ibu dan 730 hari pada kehidupan bayi pertama kali dilahirkan. Selama masa kehamilan gizi ibu harus tercukupi dengan baik. Hasil Pemantauan Status Gizi (PSG)Tahun 2016 menunjukkan sebanyak 16,2 persen ibu hamil berisiko kurang energi kronis, selain itu lebih dari separuh ibu hamil (53,5%) mengalami defisit energi dan defisit protein (51,9%). Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa ibu hamil di Indonesia kebutuhan gizinya masih jauh dari kata terpenuhi.
Inisiasi menyusui dini (IMD) juga sangat penting dilakukan karena bayi akan secara alami mencari sumber ASI dan menyusu. Pada saat inilah bayi akan mendapatkan kolostrum yang terdapat pada tetes ASI pertama. Kolostrum kaya akan kekebalan tubuh sehingga akan membuat anak tidak mudah sakit. Sayangnya, berdasarkan Pemantauan Status Gizi (PSG)Tahun 2016 sebanyak 48,2 persen ibu tidak berhasil mendapatkan kesempatan IMD yang dapat disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan dukungan dari lingkungan.
Selain pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil dan IMD, pencegahan stunting juga dapat dilakukan dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi selama 6 bulan. Sayangnnya presentase pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih tergolong rendah hanya sebesar 29,5%.
Berdasarkan data hasil PSG tahun 2016 dapat diketahui bahwa perbaikan status gizi dengan program percepatan untuk 1000 hari pertama kehidupan belum berjalan dengan baik. Padahal pemerintah telah mengucurkan dana yang tidak sedikit untuk mengatasi permasalah gizi khususnya stunting dengan berinvestasi pada 1000 hari pertama kehidupan. Nah, tentunya hal ini menjadi tugas rumah bersama, tidak hanya dukungan dari pemerintah, baik berupa dana, sarana maupun kebijakan, namun juga partisipasi aktif masyarakat untuk mendukung gerakan 1000 hari pertama kehidupan. Pada momentum hari gizi inilah, kita diingatkan untuk bersama menjaga 1000 hari pertama kehidupan demi bangsa yang sehat dan beprestasi.
Selamat Hari Gizi Nasional, Salam Sehat !
