Bernas.id ? Seorang perempuan memiliki kekuatan luar biasa di balik air mata yang keluar dalam kesedihannya. Dia bahkan mampu menjadi seorang tulang punggung keluarga dalam kondisi apa pun.
Siapa sajakah perempuan-perempuan tulang punggung keluarga itu?
- Perempuan yang suaminya meninggal
- Perempuan yang ditnggal suaminya yang tidak bertanggung jawab
- Perempuan yang bercerai dengan suaminya
- Perempuan yang suaminya sakit tak mampu mencari rezeki
Kondisi-kondisi di ataslah yang memaksa seorang perempuan keluar dari kodratnya yaitu menjadi tulang punggung keluarga.
Menjadi pertanyaan banyak orang, dari manakah kekuatan itu mereka dapatkan?
1. Sakit hati
Perasaan halus yang dimiliki oleh perempuan menjadikannya pribadi yang sensitif. Sakit hati yang dia rasakan akan membuatnya terpuruk, terutama apabila rasa sakit hati itu ia dapatkan dari orang yang sangat dicintainya, yaitu suamninya. Namun rasa sakit hati yang teramat sangat itu mampu menjadi kekuatan yang melebihi batas nalar dirinya sendiri. Terkadang dia tidak menginginkan apa pun dari kekuatan yang ia dapatkan tersebut, atau malah keinginannya sederhana, yaitu hanya ingin menguatkan dirinya sendiri dan mengobati hatinya.
2. Pembuktian
Sebuah pembuktian setelah mendapatkan perlakuan yang kurang baik, entah itu sebuah penghinaan atau pelecehan, akan menjadi motivasi terbesar bagi seorang perempuan untuk melakukan perubahan dalam dirinya sendiri. Pembuktian yang hendak ia tujukan kepada dunia dan khususnya pada orang yang telah menyakitinya akan menimbulkan kekuatan luar biasa, yang bahkan menjadikannya orang sukses tak terkira. Lihatlah, berapa banyak orang sukses yang telah membutikan bahwa penghinaan yang pernah ia dapatkan di masa lalu menjadi sebuah kekuatan yang membuatnya berada dalam posisi seperti sekarang.
3. Cinta
Kekuatan cinta pada keluarga, terutama anak-anaknya, telah menjadikan tubuh lemahnya sekuat besi dan baja, tak peduli angin malam yang menyelimuti tubuh, atau perut kosong yang terus berbunyi, asalkan anak-anak tercintanya dapat tersenyum bahagia di sisinya, maka semua itu akan menjadi penguatnya dalam menjalani kehidupan yang semakin keras dihadapannya. Entah bagaimana Tuhan bisa menciptakan cinta yang luar biasa dalam diri seorang ibu pada anak-anaknya, yang mampu mendobrak dirinya sendiri dahulu yang hanya bisa bersandar pada suami sehingga menjadi pribadi mandiri yang selalu menjadi kebanggaan anak-anaknya. Dan dalam kenyataannya, dunia telah membuktikan kekuatannya.
4. Keikhlasan
Keihlasan adalah sebuah kepasrahan, namun yang mengherankan, seorang perempuan mampu menjadikan sebuah keikhlasan ini menjadi sebuah kekuatan yang bukan hanya menguatkan dirinya sendiri, bahkan mampu menguatkan orang-orang yang ada di sekitarnya. Dia menerima semua keadaan yang menimpa dirinya dengan penuh keikhlasan, namun bersamaan dengan itu, dia memiliki kekuatan untuk bangkit, walau harus memulainya dari nol. Keikhlasan akan apa yang sudah menimpanya berubah menjadi kekuatan dengan kaki yang ringan untuk melangkah.
Tidak ada satu pun perempuan yang menghendaki untuk menjadi tulang punggung keluarga, karena pada hakikatnya ia adalah tulang rusuk yang senantiasa membutuhkan seorang pemimpin dalam hidupnya. Namun, garis nasib yang telah digariskan padanya telah memberikan kekuatan untuk bangkit dari keterpurukan dengan berbagai motivasi yang ada dalam dirinya.
